LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kerusuhan massal terus terjadi di sejumlah kota di Inggris. Pengunjuk rasa yang diklaim sebagai sayap kanan, menyerang dan berusaha keras mengusir imigran dan muslim yang ada di sana
Pekan lalu, terjadi insiden penusukan brutal di Southport, Inggris. Korban yang meninggal dunia adalah tiga gadis kecil yakni Bebe King (6), Elsie Dot Stancombe (7), dan Alice Dasilva Aguiar (9). Serta delapan anak terluka, dan lima lainnya berada dalam kondisi kritis.
Baca juga:
Penyebab Kerusuhan Anti-Islam & Anti-Imigran Terjadi di InggrisBagaimana tanggapan pemerintah Inggris? Berikut pernyataan Wakil Dubes Matthew Downing.
“Terkait kekerasan dan kekacauan yang terjadi di sejumlah kecil lokasi di Inggris, atas nama Pemerintah Inggris, saya ingin secara terbuka mengutuk premanisme dan hooliganisme yang tidak masuk akal ini, yang dilakukan oleh sebagian kecil kelompok. Saya juga ingin meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa orang-orang yang berkunjung ke Inggris tetap disambut dengan hangat".
"Inggris adalah negara yang toleran, terbuka, dan multikultural, dan apa yang Anda saksikan tidak mewakili nilai-nilai Inggris. Pemerintah Inggris dengan jelas menegaskan bahwa kami, sebagai negara, tidak akan menoleransi serangan terhadap masjid, komunitas Muslim, atau siapa pun karena agama atau warna kulit mereka," ungkapnya.
Para penjahat yang melakukan tindakan ini, dan mereka yang menghasut dengan kebencian dan disinformasi online, akan mendapat hukuman penuh.
Seiring kita memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kita tahun ini, persahabatan Inggris dengan Indonesia akan semakin berkembang. Saya percaya kita dapat memperkuat dan mengembangkan hubungan politik, budaya, pendidikan, perdagangan, dan investasi antara kedua negara
(ori)