Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home masjid detail berita

Percaya Tangan Kanan Gatal Tanda Mau Dapat Uang, Hati-hati Bahaya Syirik

lusi mahgriefie Ahad, 18 Agustus 2024 - 16:03 WIB
Percaya Tangan Kanan Gatal Tanda Mau Dapat Uang, Hati-hati Bahaya Syirik
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Banyak orang percaya bahwa sesuatu yang terjadi adalah pertanda bahwa hal baik ataupun buruk akan menimpa kita. Misal, tangan kanan gatal tanda mau dapat duit, menabrak kucing bisa dapat sial, dan ada burung gagak berbunyi tanda ada yang meninggal. Hati-hati, percaya hal tersebut bisa menimbulkan syirik.

Seorang yang beriman harus meyakini sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun kejadian alam, semumanya terjadi atas izin Allah Swt.

Tidak ada hubungan antara suatu peristiwa yang kita alami dengan prasangka kita, seolah-olah kejadian berikutnya pasti akan terjadi sesuai prasangka tersebut.

Baca juga:Kisah Inspiratif: Rahmat Allah Tak Terbatas, Orang Terakhir Masuk Surga Diberi Karunia Luar Biasa

Melansir dari video tausyiah Ustadz Khalid Basalamah, “seperti kasus di Indonesia percaya tangan kanan gatal mau dapat duit, tangan kiri gatal mau keluar duit. Lalu mata kedap-kedip mau dapat gembira atau dapat sedih dan masih banyak lagi.”

Pemikiran seperti ini jelas tidak benar. Karena tidak ada hubungan sebab akibat yang dapat dibenarkan secara syar’i atau ilmiah; ini hanya mengikuti dugaan semata.

“Ini semua tidak ada hubungan suara (gagak) itu, atau benda-benda lain dengan nasib kita, tidak ada sama sekali,” ujar Ustadz Khalid dalam video yang dilihat pada Minggu (18/8/2024).

Perbuatan semacam ini dalam Islam disebut sebagai tathayyur, yang telah diingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tathayyur termasuk perbuatan syirik, yang seharusnya tidak diyakini dan harus dijauhi oleh seorang muslim.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الطِّيَرَةُ شِركٌ ، الطِّيَرَةُ شِركٌ ، الطِّيَرَةُ شِركٌ ، وما منا إلا ، ولكنَّ اللهَ يُذهِبُه بالتَّوَكُّلِ

“Thiyarah adalah kesyirikan, thiyarah adalah kesyirikan, thiyarah adalah kesyirikan. Dan setiap kita pasti pernah mengalaminya. Namun Allah hilangkan itu dengan memberikan tawakkal (dalam hati)” (HR. Abu Daud no. 3910, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Ath thiyarah disebut juga At tathayyur. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

التطـيُّر: هو التشاؤم من الشيء المرئي أو المسموع

“At tathayyur artinya merasa sial karena suatu pertanda yang dilihat atau didengar” (Miftah Daris Sa’adah, 3/311).

Sebagian ulama membedakan ath thiyarah dengan at tathayyur. Al Qarafi rahimahullah me
ngatakan:

فالتطير: هو الظن السيّئُ الكائن في القلب، والطِّـيَرة: هو الفعل المرتَّب على هذا الظن من فرار أو غيره

“At tathayyur artinya sangkaan dalam hati bahwa akan terjadi kesialan. Sedangkan at thiyarah adalah perbuatan yang dihasilkan dari tathayyur, yaitu berupa lari atau perbuatan lainnya” (al Furuq, 4/1367).

Begitu melekatnya mitos-mitos seperti disebut di atas bagi masyarakat terutama di Indonesia. Sampai-sampai bagi yang mempercayai mitos bahwa akan terjadi sial pada diri mereka, maka mereka mengurungkan niat melakukan sesuatu.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَنْ يَقُوْلَ أَحَدُهُمْ :اَللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ.

“Barangsiapa mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Para Sahabat bertanya:
“Lalu apakah tebusannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Hendaklah ia mengucapkan: ‘Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiadalah burung itu (yang dijadikan objek tathayyur) melainkan makhluk-Mu dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.’”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang kisah nabi Musa:

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَٰذِهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: ‘Ini disebabkan (usaha) kami.’ Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [Al-A’raaf: 131]

Maka berhati-hatilah dengan segala sangkaan. An Nawawi rahimahullah mengatakan:

والتطير: التشاؤم، وأصلُهُ الشيءُ المكروه من قول، أو فعل، أو مرئي

“At tathayyur artinya merasa sial, dan landasannya pada perkara-perkara yang buruk, baik berupa perkataan, perbuatan atau sesuatu yang dilihat” (Syarah Shahih Muslim, 4/2261).

Semua bentuk merasa sial yang muncul dalam sangkaan, baik yg dilihat atau didengar, yang tidak ada hubungan sebab-akibat secara syar’i atau qadari (ilmiah), maka itu thiyarah.

Setelah mengetahui tentang apa itu tathayyur atau thiyarah, lantas bagaimana sikap kita seharusnya?. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti:

1. Yakinlah bahwa tathayyur tidak memberikan mudharat sama sekali

2. Gantungkanlah hati kita semua kepada-Nya, karena Allah Swt yang menetapkan kebaikan atau keburukan.
Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّـهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan” (QS. An Nahl: 53).
Allah Ta’ala juga berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

“jika Allah menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri” (QS. Al An’am: 17).

3. Mintalah keselamatan dan perlindungan kepada Allah saja dan bertawakkalah kepadaNya. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)