Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home masjid detail berita

Sejarah Ketika Shalat Jumat Pertama Kali Disyariatkan

ahmad zuhdi Jum'at, 10 September 2021 - 11:30 WIB
Sejarah Ketika Shalat Jumat Pertama Kali Disyariatkan
Shalat berjamaah di masjid. Shalat Jumat pertama kali disyariatkan ketika Nabi SAW dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah Foto: Langit7.id/Istock
Setiap muslim semestinya mengetahui sejarah awal mula ibadah ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya. Pemahaman ini dapat membantu pelaksanaannya agar lebih baik sesuai dengan petunjuk al-Qur'an dan as-Sunnah.

Tak terkecuali bagaimana shalat Jumat disyariatkan. Syariat shalat Jumat tak bisa dilepaskan dari surat al-Jumu'ah yang menyebutkan perintah shalat tersebut, ketika diturunkan di Madinah.

Shalat Jumat pertama kali dilakukan oleh Nabi SAW ketika berada di Bani Salim bin Auf dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Nabi berangkat pada awal bulan Rabi al-Awwal dan tiba di Quba tanggal 12 Rabi al-Awwal.

Kemudian Nabi SAW tinggal dulu di Quba pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis di Bani Amr bin Auf. Saat itulah Nabi SAW membangun masjid di sana, yaitu masjid al-Munawwarah atau lebih dikenal Masjid Quba.

Setelah itu Nabi SAW keluar menuju Madinah dan melaksanakan shalat Jumat di Bani Salim bin Auf sebelum tiba di Madinah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kewajiban Jumat itu disyariatkan di Madinah.

Baca Juga: Hentikan Aktivitas Duniawi, Segera Ambil Shaf Pertama Shalat Jumat

7 Amalan Sunnah Hari Jumat, Pakai Outfit Terbaik Hingga Potong Kuku

Isi Pesan dan Khutbah Nabi SAW pada Jumat Tersebut

Dalam kitab Zad al-Ma'ad dijelaskan bahwa isi khutbah Nabi itu ialah: Pertama memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian menyampaikan khutbah pertama yang sangat menyentuh, menegaskan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an demi keselamatan manusia di dunia dan akhirat.

Kemudian pada khutbah kedua, Rasulullah SAW menekankan sungguh beruntung orang yang telah memilih Islam dan meninggalkan kekufuran.

Berikut isi khutbah Nabi SAW pada khutbah pertama:

“Amma Ba'du! Wahai manusia, utamakanlah keselamatan dirimu, demi Allah! Salah seorang di antara kamu akan berteriak (karena kaget dengan kejadian kiamat), kemudian ia akan tinggalkan kambing gembalaannya tanpa penggembala. Kemudian Allah akan langsung bertanya kepadanya tanpa ada juru bicara dan tak ada penghalang apa pun di antara kamu dan Allah (Allah langsung bertanya):

“Tidakkah pernah datang kepadamu rasulku dengan menyampaikan sesuatu kepadamu? Tidakkah Aku berikan harta: kepadamu? Dan tidakkah Aku lebihkan kamu dari makhluk yang lainnya? Apa yang telah kamu lakukan untuk dirimu? "

Maka dia akan melihat ke kanan dan ke kiri dan tidak melihat sesuatu, kemudian ia akan melihat di hadapannya, ternyata tidak terlihat kecuali jahannam, maka barangsiapa yang tidak mendapatkannya maka sampaikanlah kalimat thayyibah (pesan-pesan yang baik) dan sesungguhnya kebaikan itu akan dibalas dengan 10 kali lipat sampai 700 kali lipat, wassalmualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.” (Zad al-Ma'ad).

Berikut isi khutbah Nabi pada khutbah kedua:

Menurut Ibnu Ishaq: kemudian Rasulullah SAW, berkhutbah kedua kalinya. Beliau bersabda: "Sesungguhnya segala puji bagi Allah, aku memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejaharan diri kami dan kesalahan perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah berikan petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang tersesat, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya.

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah. Sungguh beruntung orang yang hatinya dihiasi dengan Al Qur'an dan membuat dia masuk Islam setelah kekufuran, maka ia memilih Islam daripada yang lainnya dari perkataan-perkataan manusia,

Sesungguhnya Al Qur'an adalah perkataan yang paling baik dan yang paling sempurna. Cintailah apa yang Allah cintai. Cintailah Allah dengan sepenuh hati kamu dan janganlah bosan dengan membaca Kalamullah dan mengingatnya.

Janganlah hatimu keras. Sesungguhnya dari setiap apa yang Allah ciptakan ada yang Allah pilih. Sungguh telah Allah sebut pilihanNya dari amal-amal itu dan pilihanNya dari hamba-hamba-Nya, dan(pilihanNya) yang baik dari perkataan dan (pilihanNya) dari setiap yang Allah berikan kepada manusia dari yang halal atau yang haram.

Berbaktilah kepada Allah dan janganlah menyekutukanNya terhadap sesuatu pun. Bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa, dan jujurlah kepada Allah dari sebaik-baik apa yang kamu ucapkan dan saling mencintailah dengan ruh Allah di antara kamu. Sesungguhnya Allah murka terhadap orang yang mengudar janjinya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu." (Zad al-Ma'ad, 1: 363).

Sumber: Kitab al-Fatawa tentang Shalat Berjama'ah dan Shalat Jumat, karya KH Aceng Zakaria.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)