Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Jika Anis Jadi Kader PDIP, Warna Bunga PDIP Akan Makin Indah

sururi al faruq Rabu, 21 Agustus 2024 - 14:18 WIB
Jika Anis Jadi Kader PDIP, Warna Bunga PDIP Akan Makin Indah


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Peluang mantan Capres Anis Baswedan bisa maju menjadi cagub DKI dari partai PDI Perjuangan mulai terbuka. Sinyal itu jelas dan gamblang. Adalah Komarudin Watubun, salah satu Ketua PDI Perjuangan yang melempar sinyal yang sangat ceto welo welo. Hanya syaratnya, mantan Gubernur DKI itu bersedia menjadi kader PDIP. Enteng dan simple syaratnya. Tidak ada yang terlihat berat.

Sebenarnya, PDIP bisa mencalonkan Anis tanpa syarat, karena sesungguhnya tinggal figure Anis yang bisa melawan Ridwan Kamil yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Cari kemana pun, termasuk mengaduk aduk kader dari internal PDIP juga tidak ada yang mampu menandingi cagub dari KIM. Kader internal PDIP banyak, bahkan berlapis lapis. Tapi dalam kontek Pilkada DKI ini, figure yang bisa dijual untuk melawan Ridwan Kamil, menurut hemat saya, hanya Anis Baswedan.

Dari internal PDIP masih boleh berspekulasi tentang figure Basuki Tjahya Purnama alias Ahok. Tetapi, Ahok ketika dilepas di market untuk melawan Ridwan Kamil yang diusung KIM plus partai partai pendukung tambahan, Ahok sulit bisa diharapkan bisa kompetitif. Apalagi ada faktor X pada diri Ahok yang akan menjadi barriers bagi pemilih yang sangat idiologis.

Jadi, jelas market Pilkada DKI figure seperti Anis yang cocok dan bisa kompetitip untuk melawan Ridwan Kamil.

Kini tinggal sikap Anis. Ia bersedia apa tidak untuk menjadi kader PDIP? Jika masih bersemangat untuk menjadi cagub DKI, tidak ada salahnya Anis mengambil keputusan untuk bersedia menjadi kader PDIP. Kecuali, Anis sudah tidak bersemangat lagi menjadi cagub DKI. Ceritanya lain. Ya langsung tutup buku saja.

Menurut hemat saya, Anis tidak keliru ketika harus mengambil keputusan menjadi kader PDIP. Meskipun ada kesan PDIP bukan “dunia Anis”. Namun dalam kontek politik ke depan, menjadi kader PDIP bagi Anis akan lebih strategis. Strategis bukan saja bagi Anis, tetapi strategis juga bagi PDIP.

Bagi Anis, dengan menjadi kader PDIP akan merasa lebih tenang dan nyaman dalam membangun karir politik ke depan. Mengapa? PDIP ini beda loh dengan partai lain. PDIP ini—selama masih dipimpin Ibu Megawati Soekarnoputri—adalah partai yang memiliki konsistensi dalam bersikap maupun bertindak. Tidak ada istilah pagi bilang tempe, siang bilang tahu, kemudian sore harinya berubah lagi menjadi daging. PDIP memiliki prinsip yang kuat. Tidak mudah terganggu oleh bujuk rayu gaya politik murahan.

Maka, sangat menarik jika Anis mendeklarasikan dirinya menjadi kader PDIP, karena sudah pasti akan “disayang” Ibu Megawati. Mengapa? Kehadiran Anis ada value yang bisa makin menguatkan positioning PDIP dalam kancah politik Indonesia ke depan. Paling tidak untuk mengokohkan posisi PDIP pada 2029.

Loh, siapa tahu dengan pilihan Anis menjadi kader PDIP akan memberi warna baru di PDIP, bahkan bisa membuat market PDIP menjadi makin besar dan luas karena pemilih pada pemilu 2029 adalah didominasi oleh generasi gen-Z dan generasi milenial yang jumlahnya bisa mencapai 70 persen.

Tentu kehadiran Anis sudah pasti sangat kontributif terhadap PDIP karena apa pun, Anis juga termasuk salah satu figure yang memiliki pengaruh besar pada dua generasi tersebut. Dalam pemilu 2024, PDIP masih menjadi champion dengan mengukuhkan pada posisi 25.387.279 suara (16,72 persen).

Dengan kehadiran Anis, suara PDIP pada pemilu 2029 tidak menutup kemungkinan akan bertambah besar karena figure Anis bisa menggaet pemilih yang masih bertahan dengan basis idiologis. Pemilih yang berbasis idiologis ini, tidak bisa dipungkiri karena potret itu terlihat jelas terfragmentasi dalam pemilu 2024. Maka, jika Anis menjadi kader PDIP, Anis secara politik nyaman dan bagi PDIP juga merasa beruntung.

Seharusnya bagi Anis untuk menjadi kader PDIP tidak perlu berfikir lama-lama, karena kehadirannya akan membawa keberkahan, baik bagi Anis sendiri maupun PDIP. Coba, bisa dibayangkan tidak, ketika Anis benar-benar menjadi kader PDIP, ia mampu secara kontributif mendulang suara PDIP pada pemilu 2029, tidak menutup kemungkinan, PDIP bisa secara gagah maju capres-cawapres dari kader PDIP sendiri. Anis bisa dicapreskan PDIP dengan diduetkan bersama Puan Maharani, atau sebaliknya.

Jadi kira-kira begitulah gambaran ketika Anis benar-benar bersedia menjadi kader PDIP. Politik akan makin bergairah. PDIP akan makin bergairah, dan masa depan PDIP makin seksi karena pemilih idiologis tidak lagi mengambiljarak dengan PDIP. Ibarat bunga, warna bunga PDIP makin indah, aromanya akan selalu harum dan menyenangkan dipandang.(*)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)