LANGIT7.ID, Jakarta - Ballon d'Or adalah sebuah penghargaan individu yang diberikan kepada pesepakbola karena telah melakukan yang terbaik pada musim sebelumnya. Siapapun yang meraih trofi Ballon d'Or, maka ia dianggap menjadi pemain terbaik dunia di musim itu.
Namun, dalam perjalanannya ternyata ada beberapa nama pesepakbola yang dinilai tidak pantas meraih penghargaan bergengsi tersebut. Pasalnya, ada beberapa nama lain yang dinilai lebih pantas karena memiliki pencapaian yang lebih baik dari sang pemenang.
Baca Juga: Tinggalkan Seleksi Porda, Muhamad Nur Akbar Pilih Jadi Prajurit TNI ADBerikut ini 5 pesepakbola yang dinilai tidak pantas meraih Ballon d'Or, seperti dikutip dari Sportskeeda:1. Lionel Messi (2010)Semua orang di dunia tentu tahu akan kehebatan seorang Lionel Messi di atas lapangan. Mantan penyerang Barcelona yang kini bermain di Paris Saint-Germain itu mengoleksi enam trofi Ballon d'Or sepanjang karirnya, yaitu pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, dan 2019.
Meski demikian, satu trofi Ballon d'Or di tahun 2010 sempat mendapat sorotan publik karena pemain Argentina itu dinilai tidak pantas meraihnya. Publik menilai jika Wesley Sneijder lebih pantas memenangkan Bola Emas di tahun itu.
Baca Juga: Olahraga Malam Hari Boleh Kok, Asal Jangan Satu IniPasalnya, Sneijder membantu Inter Milan meraih treble winner (Liga Champions, Liga Italia, dan Coppa Italia) di musim 2009-2010. Gelandang asal Belanda ini juga berhasil mengemas delapan gol dan 15 assist untuk
Nerazzurri di musim tersebut. Ia bahkan turut membawa Belanda membawa lolos ke final Piala Dunia 2010.
2. Oleg Blokhin (1975)Legenda asal Rusia yaitu Oleg Blokhin, meraih trofi Ballon d'Or tahun 1975. Blokhin mampu membawa timnya Dynamo Kiev menjuarai Liga sepakbola Uni Soviet dan Piala Winner di tahun 1974-1975.
Akan tetapi, banyak pihak menilai Franz Beckenbauer lebih layak mendapatkan Ballon d'Or ketimbang Bolkhin. Sebab, Beckenbauer berhasil mempersembahkan gelar Liga Jerman dan Liga Champions untuk Bayern Munchen.
3. Michael Owen (2001)Semua penggila si kulit bundar pasti masih ingat ketika Michael Owen memenangkan trofi Ballon d'Or tahun 2001 silam. Saat itu, Owen berhasil meraih
treble winner mini (Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Eropa) bersama Liverpool musim 2000-2001.
Penyerang asal Inggris itu menjadi andalan
The Reds usai mencatatkan koleksi 24 gol dari 46 pertandingan. Namun, sosok Owen bukanlah dinilai menjadi yang terbaik di musim tersebut.
Baca Juga: Jangan Paksa Tubuh Bila Tak Terbiasa Olah Raga, Ini RisikonyaPublik beranggapan jika Raul Gonzalez lebih layak memenangkan Ballon d'Or. Pasalnya, Raul membantu Real Madrid menjuarai Liga Spanyol musim 2000-2001 dan juga mengemas 33 gol dari 50 penampilan.
4. Luka Modric (2018)Terpilihnya Luka Modric sebagai peraih Ballon d'Or 2018 jelas membingungkan banyak pihak. Sebab, rekan setimnya yaitu Cristiano Ronaldo mencatatkan pencapaian yang lebih baik darinya.
Saat itu, Modric hanya mampu mengemas dua gol dan sembilan assist. Sementara
CR7 mencatatkan 44 gol dan delapan
assist dari 44 pertandingan bersama
Los Blancos.
Baca Juga: 5 Olahraga Pagi saat Libur, Cocok untuk RefreshingRonaldo pun merasa kesal dengan hal tersebut. "Jelas saya kecewa. Di lapangan, saya memenangkan segalanya untuk meraih trofi Ballon dOr, dan angka tidak berbohong," kata
CR7.
5. Pavel Nedved (2003)Satu nama terakhir yang dirasa tidak layak memenangkan Ballon d'Or ialah Pavel Nedved. Pemain asal Republik Ceko itu diluar dugaan mengalahkan nama-nama besar seperti legenda Arsenal, Thierry Henry.
Saat musim 2002-2003, Nedved mampu mengemas 14 gol dan 17
assist dari 46 penampilan bersama Juventus. Namun, banyak pihak menyebut jika Thierry Henry lebih pantas memenangkan penghargaan bergengsi itu dengan catatan 32 gol dan 28 assist dari 55 pertandingan bersama Arsenal.
Secara performa dan prestasi untuk tim, Nedved masih kalah jauh dibandingkan Henry. Pemain asal Prancis tersebut mampu membawa
The Gunners menjuarai Piala FA 2002-2003 dan mengantarkan negaranya menjadi juara di Piala Konfederasi 2003. Sementara Nedved hanya mempersembahkan Liga Italia 2002-2003 untuk
Si Nyonya Tua.
Baca Juga:
Profil Leani, Peraih Emas Paralimpiade yang Sempat Kecelakaan Motor
Pesona Desa Wisata Cikolelet, dari Curug Kembar hingga Puncak Cibaja(asf)