LANGIT7.ID, Surabaya - Usia 15 tahun pada umumnya adalah usia sekolah untuk remaja di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun berbeda dengan Ainun Albarr Qolby Mecca, di usianya yang menginjak 15 tahun, ia sudah diterima menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair).
Mengutip laman resmi Unair, Albarr bisa menjadi mahasiswa kedokteran di usia yang sangat muda karena mengikuti program kelas akselerasi saat duduk di bangku SMP dan SMA.
Mahasiswa kelahiran Lamongan, 30 November 2005 ini, mengikuti berbagai tingkat seleksi hingga jalur tes Mandiri untuk bisa berkuliah di Fakukltas Kedokteran. Dia menghadapi berbagai hambatan dari diri sendiri maupun lingkungan.
Baca Juga: Universitas Jember Gelar Wisuda, Lulusan Terbaik dari Ekonomi Pas-pasan
“Meskipun hasil yang saya dapatkan terkadang tidak seperti yang saya harapkan, tetapi saya berhasil melaluinya dengan baik dan Alhamdulillah
lolos dan diterima di FK UNAIR. Perjuangan saya hingga akhirnya diterima di Unair sangat berarti bagi saya,” ungkapnya kepada news.unair.ac.id, dikutip Senin (13/9/2021).
Remaja yang telah berprestasi sejak SMP dan SMA ini menyebut salah satu rahasia ia bisa mengikuti kelas akselerasi dan jadi mahasiswa di usia yang sangat muda adalah berkat dukungan keluarga.
"Selama ini, dukungan dari keluarga sangat besar. Keluarga selalu berusaha untuk memfasilitasi kebutuhan saya terhadap pendidikan, sehingga bisa lebih maksimal dalam menjalankan pendidikan. Kakak-kakak saya selalu memotivasi untuk terus maju dan berkembang," kata Albarr.
Baca Juga: Ketua DDII: Pandemi Jadi Momen Kembali ke Jati Diri PendidikanAlbarr juga aktif mengikuti olimpiade dari tingkat daerah hingga nasional. Tak hanya itu, dia juga aktif mengikuti ekstra kulikuler Bahasa Inggris dan Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Meski merupakan siswa kelas akselerasi, Albarr masih punya banyak waktu untuk refreshing dan interaksi sosial.
"Jangan sampai belajar tanpa kenal waktu sampai tidak mempedulikan kehidupan sosial. Tetapi jangan juga, waktu istirahatnya terlalu tinggi dibandingkan waktu belajar," katanya.
Ke depan, Albarr berencana untuk mencari kawan dan relasi sebanyak mungkin serta memperbanyak ilmu, pengalaman dan
soft skill. Selain itu, Albarr juga ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang tentunya akan sangat berguna di kehidupan mendatang.
Baca Juga: Ditugasi Ummat, 650 Mahasiswa KKN Jadi Relawan Covid di 52 Desa(jqf)