LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Pemerintah Malaysia akan memberikan
bantuan tunai sebesar RM500 atau sekitar Rp2 juta untuk setiap
mahasiswa Indonesia di Malaysia yang terdampak bencana
banjir dan tanah longsor di Sumatra.Pengumuman tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia
Anwar Ibrahim melalui akun media sosial miliknya, dilihat LANGIT7.ID pada Sabtu (13/12/2025).
Baca juga: Dukung Pelaksanaan Pendidikan di Daerah Bencana Sumatera, Kemendikdasmen Beri Bantuan Rp13,3 MDalam unggahannya, Anwar Ibrahim menyampaikan simpati dan belasungkawa atas
bencana di Sumatra."Malaysia menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh rakyatnya atas bencana yang menimpa Aceh dan Sumatera Utara, dan berdiri dalam solidaritas dengan saudara-saudari kita yang sedang melewati masa sulit ini," tulis Anwar Ibrahim.
Ia mengatakan pemerintah Malaysia akan memberikan bantuan sebesar RM500 ke setiap
pelajar Indonesia yang terdampak bencana Sumatra. Anwar Ibrahim meminta para pelajar RI di Malaysia yang terdampak bencana dapat melapor di lembaga pendidikan masing-masing.
"Sebagai tanda niat baik dan persahabatan antara dua negara tetangga yang memiliki ikatan kekeluargaan, Malaysia akan memberikan bantuan sebesar RM500 sebagai kontribusi awal kepada mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia dan terdampak bencana."
"Mahasiswa Indonesia di Malaysia yang terdampak dapat mendaftar di lembaga pendidikan masing-masing agar bantuan dapat dikoordinasikan dan didistribusikan sesuai kebutuhan mereka." tambahnya.
Baca juga: Update Data BNPB: Korban Banjir Sumatera 921 Orang Meninggal dan 392 Orang HilangNamun, Anwar tidak memberikan rincian tentang mekanisme bantuan akan disalurkan. Ia juga tidak menjelaskan apakah bantuan lebih lanjut akan diberikan kemudian.
Dilansir Straits Times, Indonesia adalah salah satu sumber mahasiswa internasional terbesar di Malaysia, menempati peringkat kedua setelah Tiongkok dalam jumlah mahasiswa secara keseluruhan di lembaga-lembaga pendidikan Malaysia.
Laporan media menyebutkan terdapat lebih dari 11.000 warga Indonesia yang belajar di Malaysia hingga akhir September 2025.
Sementara itu, bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengakibatkan 990 korban tewas dan 222 orang dinyatakan hilang.
Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) menyebut ada 52 kabupaten/kota terdampak bencana banjir dan tanah longsor di utara Sumatera.
Baca juga: Pakar Tanah IPB: Banjir Sumatera Dipicu Siklon Tropis Ekstrem Bukan SawitBencana Sumatra juga merusak 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung kantor, serta 498 jembatan.
Namun, sejauh ini Indonesia menolak tawaran bantuan asing untuk banjir dan tanah longsor dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah Indonesia menekankan mampu mengelola respons bencana sendiri.
(est)