LANGIT7.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengembangkan sebuah platform digital UMKMU, yang merupakan program untuk memudahkan pelaku UMKM dari daerah untuk bisa mengakses pasar lebih luas.
Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosisttem UMKM, OJK, Ahmad Buchori mengatakan, UMKMU merupakan program nyata interaksi langsung
marketplace UMKMU dengan UMKM di berbagai daerah. Sehingga produk UMKM di daerah dapat dipasarkan lebih luas dan menjangkau seluruh Indonesia.
"Nantinya, produk UMKM binaan Bank Wakaf Indonesia (BWM) dan OJK akan dipasarkan secara digital melalui platform yang kami kembangkan, yakni UMKMU," ujarnya secara daring di acara
Kick Off Bulan Pembiayaan Syariah Road to 8th ISEF 2021: Mendorong Intermediasi Keuangan Syariah kepada Pelaku Usaha dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (13/9).
Baca juga: KNEKS Hadirkan Skema Pembiayaan Berbasis Syariah untuk UMKMBuchori menyebutkan, ke depan pihaknya akan menggandeng e-commerce terkemuka agar jangkauan pemasaran dapat berkembang semakin luas. Saat ini, telah terdaftar sebanyak 1.125 UMKM dengan 1.412 kurasi produk unggulan.
Untuk itu, OJK akan mendorong agar semakin banyak UMKM yang bergabung di platform tersebut untuk memperluas jaringan pemasaran, akses pembiayaan dan pendampingan dari OJK di daerah. Selain itu, ia juga mengatakan telah memetakan 186 klaster potensial dari seluruh Indonesia dengan lebih dari 100 jenis UMKM prioritas di sektor pertanian, perikanan dan peternakan, serta usaha dibidang fesyen dan kuliner.
Pembinaan terhadap klaster tersebut dilakukan oleh kantor OJK setempat. Ke depan kami juga telah mempersiapkan kolaborasi dengan startup unicorn dan universitas untuk mengembangkan program kampus UMKM agar terbentuk ekosistem UMKM secara masif," jelasnya.
Kampus UMKM didirikan untuk memberikan fasilitias kepada pelaku UMKM agar bisa mengembangkan bisnisnya secara digital. Kampus UMKM juga akan menyediakan kurikulum vokasi yang akan memberikan pengajaran serta penelitian langsung mengenai pengembangan bisnis digital, serta membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk program magang di
platform digital unicorn.
Baca juga: Pemerintah Dorong Bantuan Pembiayaan untuk UMKM dan Sektor InformalLebih lanjut, Buchori menegaskan, industri halal, jasa keuangan syariah, keuangan sosial Islam dan sektor religius merupakan empat sektor utama dalam ekosistem ekonomi syariah. Ekosistem ekonomi syariah merupakan wadah yang dapat memfasilitasi keempat sektor tersebut dengan menghubungkan aktivitas ekonomi dengan transaksi keuangan syariah yang terjadi dalam ekosistem tersebut.
Dengan adanya sinergi dan integrasi dalam ekosistem ini diharapkan mampu menambah sumber pendanaan industri keuangan syariah sehingga dapat menekan
cost of fund. Melalui hal itu, diharapkan dapat menyajikan pembiayaan dengan tingkat marjin yang semakin kompetitif.
"Kami harap industri keuangan syariah dapat terus berkembang dan berinovasi dalam menghasilkan produk yang kompetitif. Dengan bersinergi dan semangat berjemaah diharapkan perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah dapat berjalan beriringan, yang pada akhirnya mampu mewujudkan lembaga jasa keuangan syariah yang
resilien, berdaya saing dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial," imbuhnya.
(zul)