LANGIT7.ID-, Jakarta- - PT Honda Prospect Motor (HPM) sedang mempertimbangkan peluang pengembangan mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) berteknologi hybrid. Hal ini menyusul rencana Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang tengah mengkaji penerapan teknologi hybrid untuk kendaraan LCGC sebagai bagian dari program transisi energi nasional.
Honda yang memiliki lini produk LCGC Brio Satya terus memantau perkembangan kebijakan ini. Pihaknya akan mengkaji lebih lanjut setelah regulasi resmi diterbitkan pemerintah.
"Di internal perusahaan, kami selalu mengkaji setiap regulasi baru yang akan diterapkan," ungkap Sales & Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy di Tangerang, dikutip Senin (25/11/2024).
Potensi pasar LCGC saat ini cukup menjanjikan dengan kontribusi lebih dari 20 persen dari total penjualan mobil nasional. Angka ini menjadi pertimbangan penting bagi Honda dalam mengembangkan teknologi hybrid untuk segmen mobil murah.
"Market LCGC memiliki potensi besar karena 70 persen pembelinya adalah first time buyer. Dengan teknologi yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, hal ini bisa mendorong pertumbuhan pasar," ujar dia.
Selain menunggu regulasi resmi, Honda juga akan mempertimbangkan skema insentif yang akan diberikan pemerintah. Insentif ini penting untuk memastikan harga LCGC hybrid tetap terjangkau bagi konsumen, terutama pembeli mobil pertama yang menjadi target utama segmen ini.
Rencana penerapan teknologi hybrid pada LCGC merupakan strategi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan hemat energi. Jika regulasi dan insentif sudah jelas, Honda siap mengkaji lebih lanjut penerapan teknologi ini pada lini produk LCGC mereka.
Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar otomotif nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
(lam)