Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home global news detail berita

Perlu Konsentrasi Besar Patroli di Perairan Natuna

ahmad zuhdi Kamis, 16 September 2021 - 21:36 WIB
Perlu Konsentrasi Besar Patroli di Perairan Natuna
Ilustrasi patroli kapal perang di wilayah perairan dalam negeri. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Keberadaan kapal-kapal asing yang masuk wilayah Indonesia secara ilegal dinilai tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga bisa membahayakan kedaulatan wilayah Indonesia. Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah serius untuk meningkatkan kapasitas patroli keamanan wilayah laut terluar Indonesia.

"Terutama di wilayah Laut Natuna Utara, perlu ada konsentrasi yang lebih besar untuk melakukan patroli. Wilayah ini berdekatan dengan zona sengketa di laut China Selatan antara China dan negara-negara Asean," kata Sukamta dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Vaksin Pfizer 1,6 Juta Dosis Tiba Lagi di Indonesia

Bahkan, kata dia, beberapa kali juga terjadi insiden kapal coast guard China masuk wilayah Indonesia. "Jika Indonesia tidak bisa menunjukkan kekuatan patroli keamanan yang memadai, pihak asing akan leluasa mengobok-obok wilayah Indonesia," ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengusulkan tiga pendekatan dalam mengatasi persoalan tersebut. Pertama, dengan memperkuat kekuatan kapal patroli Bakamla. Bakamla menyebut hanya memiliki 10 kapal untuk patroli. Menurut dia, ini tentu sangat minim untuk menjaga wilayah laut Indonesia yang luas.

"Industri pertahanan milik Indonesia bisa lebih digiatkan untuk memproduksi kapal-kapal jenis coast guard. Ini untuk mendukungan cakupan patroli yang selama ini dilakukan," katanya.

Kedua, menurut Sukamta perlu diperkuat adalah koordinasi keamanan laut, dengan melibatkan berbagai kekuatan yang dimiliki. Kerjasama yang telah dilakukan Bakamla dengan TNI AU untuk melakukan patroli udara ini bagus dan perlu diperkuat.

Baca Juga: Dirlantas Polda Metro Respons Sentilan -Valentino Rossi Pun Susah Dapat SIM C di RI-

"Bakamla juga bisa bekerjasama dengan LAPAN untuk memperkuat pemanfaatan teknologi penginderaan melalui satelit dan udara," tuturnya.

Selanjutnya yang ketiga menurut Anggota DPR asal Yogyakarta ini, pendekatan untuk mengamankan wilayah Laut Indonesia bisa dengan mencontoh strategi China mengerahkan milisi laut dalam sengketa di Laut China Selatan. "Ditambah Indonesia punya banyak nelayan handal, mereka bisa dilibatkan untuk ikut mengamankan wilayah Laut Natuna Utara," ujarnya.

Baca Juga:

Sedekah, Ini yang Orang Mati Ingin Lakukan Bila Hidup Lagi

Gelar Kuliah Januari 2022, Universiti Muhammadiyah Malaysia Buka Program S2-S3


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan