LANGIT7.ID - Lari menjadi pilihan sebagian orang untuk olah raga rutin mereka. Sering kali berdurasi 150-300 menit per minggu.
Alasannya, olah raga ini cenderung mudah dilakukan sembari memungkinkan menjelajahi berbagai area, atau menjadi bugar walau sekedar di atas
treadmill.Menyinggung manfaat, olah raga lari menurut para ahli di Public Health England, dapat mengurangi risiko masalah kardiovaskular, diabetes tipe 2 kanker, dan penyakit fisik lainnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan pilihan lari sebagai bagian rutinitas harian dapat membantu membangun tulang dan otot lebih kuat.
Tak hanya itu, lari juga bagus untuk mengelola berat badan dan meningkatkan kualitas tidur.
Untuk kesehatan mental, seperti dikutip dari
Livescience, Jumat (17/9/2021), lari diketahui bisa mengurangi gejala kecemasan dan depresi.
Olah raga ini meningkatkan kadar endorfin, merangsang neurotransmitter norepinefrin yang terhubung dengan suasana hati. Stimulasi ini dapat membantu meringankan efek depresi ringan dan kecemasan.
Satu studi tahun 2020 menunjukkan, lari memberi dampak positif penting bagi kesehatan mental, terutama gangguan depresi dan kecemasan.
Namun perlu diwaspadi, di satu sisi, lari juga berisiko menyebabkan cedera, terutama jika dilakukan secara berlebihan.
Sebuah studi tahun 2014 dalam
Journal of Orthopedic & Sports Physical Therapy, menemukan pelari pemula yang meningkatkan jarak lari mereka lebih dari 30 persen selama periode 2 minggu lebih rentan cedera ketimbang pelari yang meningkatkan jarak lari mereka kurang dari 10 persen.
Cedera umum yang dialami meliputi rasa sakit di bagian bawah kaki atau di daerah tumit, peradangan tendon di betis yang disebabkan oleh penggunaan berlebihan, nyeri di sekitar tempurung lutut atau area lutut umum hingga retakan kecil pada tulang yang disebabkan tekanan berulang dari waktu ke waktu.
Cedera tersebut umumnya bisa ditangani dengan es, obat-obatan, dan banyak istirahat. Sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter bila mengalami masalah yang berkelanjutan.
Untuk menghindari cedera seperti ini, pastikan memakai alas kaki yang tepat. Jangan lewatkan peregangan dengan hati-hati, membangun daya tahan secara bertahap, dan mendengarkan apa yang dibutuhkan tubuh'
Jadi, lari bermanfaat bagi tubuh asalkan selalu menjaga diri selama latihan.
Bagaimana siap mencoba lari keesokan hari?
(arp)