LANGIT7.ID-Bulan Ramadhan bukan berarti tidak melakukan olahraga. Kamu masih boleh melakukan olahraga kesukaan, semisal lari. Asal memerhatikan waktu dan kondisi fisik.
Nah, waktu terbaik melakukan olahraga lari, disebutkan oleh dokter sekaligus influencer, dr. Tirta adalah saat sore sebelum buka puasa. Atau saat jam ngabuburit.
dr.Tirta menerangkan di waktu tersebut adalah momen pas untuk olahraga. Momen di mana kondisi gula dalam tubuh berada di titik terendah.
"Puasa itu kan menggeser asam laktat tubuh beradaptasi dengan kondisi gula minimal. Dianjurkan olahraga sebelum berbuka," katanya.
Tetapi, Tirta mewanti-wanti untuk berolahraga sewajarnya. Tidak boleh terlalu push.
"Tubuh dipaksa olahraga dengan gula yang rendah. Artinya rentan pingsan. Tidak boleh terlalu ngepush," sarannya.
Meski demikian, akan ada efek kalau dilakukan konsisten sebulan. Dampaknya kita akan memiliki daya tahan atau endurance luar biasa. "Karena kamu sudah melatih tubuh olahraga dikala kadar gula yang sangat minimal," jelasnya.
Selain sewaktu sore, waktu lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk olahraga adalah setelah magrib atau berbuka puasa.
"Batalin puasa, kurma 3 biji. Air putih. Magriban, rehat, olahraga. Selesai pas isya," sarannya lagi.
Olahraga selama bulan Ramadhan juga bisa dilakukan sehabis tarawih. Sehabis tarawih juga bisa saja berolahraga. Tetapi kata dia, risiko mengurangi jam tidur.
Waktu lain bisa dimanfaatkan berolahraga adalah sebelum sahur. Juga saat fase kita berpuasa. Semisal pagi hari sebelum beraktivitas. Tapi sekali lagi, karena kita sedang berpuas, maka tidak boleh ngoyo saat melakukannya.(*)
(hbd)