LANGIT7.ID, Ambon - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus mendorong peningkatan produktivitas budidaya ikan bubara (Caranx sp.) guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan pasar ekspor.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu, mengatakan ikan bubara merupakan komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena sangat digemari oleh masyarakat Indonesia Timur.
"Ikan laut yang dikenal dengan sebutan ikan kuwe ini, memiliki serapan pasar yang cukup tinggi lantaran kelezatan rasanya. Hampir semua restoran yang ada di wilayah timur menyajikan ikan bubara sebagai menu utamanya," kata pria yang akrab disapa Tebe, seperti dikutip Sabtu (18/9).
Baca juga:
Tingkatkan Perekonomian Nasional, KKP Genjot Produktivitas Budidaya PerikananTebe menyebut jika ikan bubara ini telah berhasil dibenihkan secara massal oleh tim teknis BPBL Ambon sejak tahun 2018. Sebelumnya, kebutuhan akan ikan bubara di pasar hanya dipenuhi oleh hasil tangkapan dari alam.
Pada tahun 2020, lanjut Tebe, BPBL Ambon juga berhasil memproduksi calon induk ikan bubara sebanyak 149 ekor lalu menyebarkan bantuan sebanyak 23.000 benih ikan bubara kepada pembudidaya di wilayah kerjanya.
Selain mengembangkan teknik pembenihan untuk menghasilkan benih berkualitas tinggi, BPBL Ambon juga menyempurnakan teknologi pembesaran ikan bubara di Karamba Jaring Apung (KJA).
"Dukungan dalam bentuk bantuan benih maupun pendampingan teknologi kepada pembudidaya akan terus kami dorong agar lebih banyak pembudidaya yang merasakan manfaat ekonomi dari ikan bubara," ujarnya.
Baca juga:
Ikan Hias Jadi Primadona Ekspor Pulau BaliKetua Kelompok Waiheru Sejahtera, Mansir, yang merupakan salah satu pembudidaya ikan di Teluk Ambon sepakat jika ikan bubara menjadi salah satu komoditas yang disukai oleh pembudidaya KJA di Teluk Ambon karena permintaan pasar yang tinggi.
Dari usaha budidaya ikan bubara yang digeluti, kelompok yang beranggotakan 10 orang ini bisa menghasilkan omzet hingga Rp100 juta per siklus dengan melakukan penebaran benih sebanyak 15.000 – 17.000 ekor dan masa pemeliharaan selama 7-8 bulan. Masing-masing anggota dapat mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp3-4 juta per bulan.
Mansir juga menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh KKP maupun Dinas Perikanan setempat kepada para kelompok pembudidaya di Teluk Ambon dengan menyalurkan bantuan berupa sarana dan prasarana budidaya, benih maupun pakan ikan.
"Kami juga berharap BPBL Ambon dapat memproduksi benih secara kontinu agar kegiatan budidaya ikan bubara yang kami lakukan dapat berkelanjutan," ucap Mansir.
(sof)