LANGIT7.ID, Mojokerto - Ketua Umum Pesantren Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Prof KH Asep Saifuddin Chalim, membagikan beberapa tips menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. Tips itu telah ia terapkan kepada ribuan santrinya di Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto dan terbukti mampu melindungi mereka dari wabah tersebut.
Kiai Asep mengatakan obat paling ampuh mengatasi wabah yang berasal dari Wuhan, China itu adalah imunitas. Imunitas itu dibagi menjadi dua macam yakni memperbaiki mental untuk tidak takut dan mengonsumsi makanan bergizi.
"Selama setahun penuh kami (santri Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto) tidak ada yang terjangkit corona. Walaupun memang kami menggunakan protokol kesehatan yang berlapis," kata Kiai Asep, dilansir dari laman resmi NU Online, Senin (12/7/2021).
Kiai Asep menjelaskan, protokol kesehatan terbagi menjadi dua macam. Pertama, protokol Islam yakni
Thaharah atau bersuci, yaitu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan anggota badan lainnya agar tetap berada dalam kondisi bersih. Masker tetap menjadi prioritas serta mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
Kedua, protokol imunitas. Protokol imunitas adalah mengonsumsi makanan bergizi. Hal itu ia terapkan kepada ribuan santrinya. “Di tempat kami makannya hanya empat macam lauk-pauk yaitu tempe, tahu, telur, sama sayur kecambah,”ucap dia. Makanan itu merupakan saran dari para dokter untuk menambah imun.
Selain itu, Kiai Asep juga menganjurkan untuk makan kurma dan meminum madu serta air zam-zam. Kurma dikonsumsi dengan cara mengunyah secara lembut sampai menyatu dengan air liur, baru ditelan. Menurut dia, makan kurma dengan cara itu dapat membunuh virus, bakteri, dan kuman.
Kemudian, meminum air zam-zam. Air tersebut merupakan obat segala penyakit. Demikian juga dengan madu. Kiai Asep menganjurkan mengkonsumsi madu bagi siapa saja yang terkena gejala atau sudah terpapar virus corona.
Hal tak kalah penting saat merawat pasien adalah menjaga psikis pasien agar tetap optimis. Kiai Asep mengingatkan pasien tidak dibuat takut. Dia menyebut banyak pasien dirawat di rumah sembuh karena mendapatkan perhatian dari keluarga yang menjaganya sesuai protokol kesehatan. “Saya menangani orang yang terpapar virus corona kurang lebih 50 orang, semuanya sembuh,” ujarnya.
(jqf)