LANGIT7.ID, Jakarta - Ini adalah kisah salah satu zuriah Rasulullah SAW, yang bergembira karena berhasil menjalani operasi mata.
Beliau bernama Habib Abdurrahman bin Ali Assegaf merupakan kakek dari Al Quthb Habib Abdul Qadir Assegaf Jeddah (yang diyakini banyak orang sebagai salah satu hamba pilihan dan kekasih Allah karena kelebihannya).
Ia sekaligus guru dari Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (pengarang Maulid Simtud Duror, puji-pujian terhadap Rasulullah Muhammad SAW, salah satu bacaan maulid yang terkenal di Tanah Air).
![Habib yang Gembira, Operasi Mata Mampukan Lihat Al Quran Lagi]()
Imam Habsyi, sang pengarang Simtud Duror pernah berkata terkait gurunya tersebut, "Tidaklah Habib Abdurrahman bin Ali memimpin majelis, kecuali di dalamnya penuh faedah, baik bersifat ilmiah, suluk, keagamaan, maupun akhlak."
Baca Juga: Tiga Zuriah Nabi Paling Berjasa dalam Pendidikan Islam Hari IniMengenal Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Guru Para UlamaImam Habsyi juga menjelaskan, gurunya telah lima kali pergi ke Haramain untuk melaksanakan haji dan umrah. Dalam perjalanan haji pada tahun 1285 H atau 1868 Masehi, beliau menjalani operasi kedua matanya.
Saat operasi itu berjalan sukses, beliau terlihat sangat gembira. Kebahagiaan itu, tak lain karena beliau dapat segera menggunakan kembali kedua matanya untuk melihat mushaf Al-Qur'an.
Cucu beliau, Al Quthb Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf Jeddah berkisah tentang kakeknya tersebut terkait operasi matanya.
Rupanya pascaoperasi mata di Jeddah, dokter mewanti-wanti agar sementara waktu kakeknya tidak membuka penutup matanya terlebih dahulu.
Ini demi mencegah masuknya benda ke dalam mata, seperti sabun atau air.
Namun, tiap datang waktu shalat, kata Habib Abdul Qodir, sang kakek tetap saja melepas kacamata, berwudhu, dan sengaja membasuh kedua matanya dengan air wudhu.
Kemudian, setiap selesai berwudhu, kakek beliau menggunakan kacamatanya kembali.
"Tiap kali dokter datang untuk memeriksa perkembangan kedua matanya, si dokter selalu bilang, "Bagus.. sepertinya arahannya dilakukan dengan baik." tutur Habib Abdul Qadir Assegaf.
Sumber: Maktabah Rizkiawaniayah (Fuyudhat al-Bahr al-Maliy, hal. 123)Baca Juga:Kewajiban Seorang Muslim Mencintai Zuriah Rasulullah SAWSejarah Zuriah Rasulullah Melebur Menjadi Pribumi Nusantara(arp)