LANGIT7.ID, Jakarta - Sukses merupakan target capaian dan keinginan seorang pengusaha dalam berbisnis. Namun, membagi ilmu untuk sukses belum tentu dilakukan oleh banyak orang.
Tidak seperti, muslim milenial asal Kabupaten Magelang, Rayndra Syahdan. Setelah sukses di sektor pertanian lewat peternakan dombanya, Rayndra kini aktif membagikan ilmu dengan memberikan pendampingan kepada anak muda di lingkungannya.
Dengan membentuk Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dikhususkan bagi generasinya, yakni kaum milenial. PKK yang dibentuknya ini, bahkan menjadi PKK Milenial pertama di Indonesia.
PKK Milenial tersebut merupakan wadah bagi anak muda dalam membangun dan mengembangkan usaha mereka, khususnya di pedesaan.
![Milenial Ini Sukses Kelola Ternak Domba, Bagikan Manfaat Lewat PKK Milenial]()
Sebelumnya, Rayndra yang menggeluti bidang usaha di sektor peternakan, mengisahkan dulu sering mengalami kerugian ketika memulai usahanya. Namun, optimisme dan kegigihannya membuatnya bisa bangkit dan menuai kesuksesan seperti saat ini.
“Saya yakin bahwa sektor pertanian dan peternakan punya peluang dan prospek yang bagus. Sehingga hal itu menjadi motivasi saya untuk terus optimis membangun usaha di sektor ini,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:
Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah PerkotaanBerkat kerja kerasnya, kini Rayndra telah memiliki sebanyak hampir 700 ekor domba. Domba yang dipelihara di peternakannya itu berjenis domba gibas atau yang biasa disebut di daerah Jawa sebagai “Wedus Gembel”.
Menurutnya, beternak domba jenis ini cukup menguntungkan. Sebab, mayoritas masyarakat khususnya di Magelang lebih berminat terhadap jenis domba wedus gembel ini.
“Peternakan ini sebenarnya berkonsep sederhana. Bahkan, kandangnya pun kami manfaatkan dari menggunakan barang bekas. Melalui hal ini, saya harap konsep kami bisa menjadi kiblat bagi peternak lainnya,” ujarnya.
Jika dilihat mayoritas peternak yang biasanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, ia merasa akan cukup sulit jika harus menggunakan model kandang modern. Untuk itu, melalui kandang yang sederhana, ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi peternak di sekitarnya.
Walaupun dengan menggunakan kandang sederhana, lanjut Rayndra, dengan merawat ternak secara optimal juga akan menghasilkan kualitas hewan ternak yang baik. Hal itu terbukti, dari hasil peternakannya yang kini juga mulai diadopsi oleh peternak setempat.
“Jadi kami mengedepankan investasi yang kecil dengan hasil yang menjanjikan. Selain itu, kami di sini juga menggunakan sistem pakan kering dan fermentasi, jadi tidak usah repot untuk ngarit,” katanya.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, ia juga memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan wilayah pertanian yang tergolong sebagai kawasan tadah hujan, Rayndra memanfaatkan lahan tersebut untuk ditanami jagung dan ketela saat musim kemarau.
![Milenial Ini Sukses Kelola Ternak Domba, Bagikan Manfaat Lewat PKK Milenial]()
Di mana limbah dari tanaman tersebut akan dimanfaatkannya sebagai pakan ternak. Dari konsep pakan yang menggunakan limbah pertanian ini, diakuinya dapat memberikan banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar.
“Dari segala prosesnya, saya bisa mendapatkan omzet hingga Rp200 juta per bulan. Itu pun di hari biasa, tapi ketika datang momen tertentu seperti Idul Adha, omzet kami bisa naik hingga tiga kali lipat,” ungkapnya.
Aktif di Kegiatan PKK MilenialSelain menjadi peternak, Rayndra juga secara aktif terlibat dalam kegiatan PKK. Secara khusus, pemberdayaan yang dilakukan Rayndra adalah dari kalangan anak muda, sehingga ia sering kegiatan kelompoknya sebagai PKK Milenial.
Baca juga: Nyambi Ternak Murai Batu, Tukang Jahit Ini Bisa Beli Sawah dan RumahMelalui kegiatannya itu, ia berharap dapat menggerakkan kepekaan dari kaum milenial. Sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan produktivitas mereka.
“Niat saya adalah mengurangi sifat apatisme anak muda dalam membangun desa. Selain itu, mereka juga diharapkan bisa membantu perekonomian keluarganya, sehingga dapat mencapai kesejahteraan,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi wirausaha mandiri, Rayndra juga turut memberdayakan anak muda yang tergabung dalam PKK Milenial agar dapat menebar manfaat lain di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan lainnya.
Dari PKK Milenial itu juga, Rayndra tengah membentuk program kawasan wisata edukasi di daerahnya. Dalam program tersebut, ia juga menjangkau kecamatan setempat agar bisa menyelaraskan dan mengembangkan potensi yang ada.
(zul)