Mahfud MD Kenang Mendiang Sang Ibu sebagai Sosok Hebat Sabar, Sederhana, dan Selalu Jujur
esti setiyowatiJum'at, 17 Januari 2025 - 11:49 WIB
Mantan Menkopolhukam Mohammad Mahfud MD bersama mendiang sang ibu, Siti Khadijah. Foto: Instagram/mohmahfudmd.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kabar duka menyelimuti keluarga mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Ibunda Mahfud MD, Siti Khadijah berpulang ke pangkuan Sang Khalik pada Jumat, 17 Januari 2025 ba'da subuh.
Almarhumah menghembuskan nafas terakhir di Pamekasan, Madura dalam usia 94 tahun.
Lewat unggahan di akun Instagram @mohmahfudmd, politikus berdarah MadMaduraura ini mengaku kaget dan menangis atas kepergian sang ibu.
Sebagai anak, Mahfud menangis dan berusaha mengikhlaskan ibundanya dengan terus berdoa serta membaca surah Yasin, surat dalam Al-Qur'an yang selalu dibaca mendiang Siti Khadijah semasa hidupnya.
"Tentu saya menangis, tetapi terus berdoa dan membaca surat Yasin untukmu, surat dalam Qur’an yang engkau hafal dan selalu baca," tulis Mahfud MD.
Dalam tulisannya itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini menceritakan bahwa sang ibu adalah sosok yang selalu tersenyum dan sabar selama hidupnya.
Mahfud juga mengenang kehebatan almarhumah Siti Khadijah dalam membesarkan anak-anaknya.
"Engkau seorang Ibu yang hebat, selalu membimbing dan menyinari rumah kami. Hidupmu sederhana dan selalu jujur."
Bahkan pernah dalam suatu waktu, sang ibu rela menjual perhiasannya untuk membiayai pendidikan Mahfud MD.
Di akhir tulisannya, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengucapkan selamat jalan pada sang ibunda dan menitip salam pada mendiang ayahnya, Mahmudin, yang telah meninggal lebih dulu pada 2006 silam.
"Selamat jalan Ibu, kami tak akan terlalu lama menangisi kepergianmu tetapi kami akan terus mengenangmu dan berdoa untuk kebaikanmu di sana. Salam kepada ayahku, abah Mahmudin yang sudah lama menunggumu di sana. Anakmu (Mahfud MD)," tutupnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”