Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Bermodal Rp100 Ribu, Muslim Ini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Sebulan dari Ikan Koki

mahmuda attar hussein Selasa, 21 September 2021 - 11:00 WIB
Bermodal Rp100 Ribu, Muslim Ini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Sebulan dari Ikan Koki
Ikan mas koki. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Depok - Ikan mas koki selain memiliki keunikan dari bentuk tubuhnya yang bulat dan kepala yang sedikit besar, ikan ini juga memiliki aneka warna beragam yang cantik untuk dilihat. Mas koki masih satu keluarga dengan ikan mas. Koki ini tergolong ikan yang bisa hidup berdampingan satu sama lain.

Itulah yang menjadikan ikan berperut bulat ini kian diminati dikalangan pehobinya. Selain itu, ikan ini juga terbilang cukup mudah untuk dibudi dayakan.

Kalangan pehobi ikan hias masih cukup meminati ikan jenis ini. Hal itu pula yang menjadikan pria asal Depok, Jawa Barat, Reza Stefanus memutuskan untuk menjadi pebudi daya ikan mas koki.

Berawal dari hobinya suka memelihar ikan, Reza melihat adanya peluang yang baik di pasaran dan cukup menjanjikan. Untuk itu, ia mulai berpikir untuk fokus menjadikan hobinya sebagai penghasil lembaran rupiah.

Tepatnya, dari 2002 silam Reza menjadikan hobinya ini sebagai peluang usaha. Dimulai dari modal awalnya Rp100 ribu, ia membudi dayakan ikan hias maskoki dengan skala rumahan.

“Seiring perkembangannya yang cukup baik, masuk di tahun 2006 saya mulai pindah ke lokasi yang lebih besar untuk budi daya ini. Saat ini saya berfokus pada tiga jenis ikan mas koki, seperti oranda, ranchu, dan ryukin,” katanya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.

Baca juga: Jiro Ramen Palembang, Bertahan di Tengah Himpitan Pandemi Kini Sukses Buka 4 Cabang

Menurut Reza, ikan mas koki sekali menetaskan telurnya bisa berjumlah hingga ribuan. Namun, semua itu tergantung dari kualitas indukan betinanya.

Betina yang berpostur lebih besar akan menghasilkan jumlah anakan yang lebih banyak. Selain itu, faktor indukan jantan juga berpengaruh terhadap kualitas anakan yang akan dihasilkan.

“Saat ini di tempat kita jenis oranda yang masih lebih banyak disukai oleh pehobi. Alhamdulillah respon orang masih cukup baik dengan ikan dari Reza Goldfish Farm tempat kita ini,” katanya.

Bahkan, sebagai pemilik Reza Goldfish Farm ini, Reza mengaku produksi ikan hiasnya sering dijadikan contoh bagi pebudi daya lain. Tidak hanya dalam negeri, tapi juga kalangan pehobi dari mancanegara turut menikmati keindahan ikan mas koki miliknya itu.

Reza mengatakan, ikannya sering mengikui ajang kontes ikan mas koki hingga kelas internasional. Menurutnya, dalam mengikuti kontes bukan juara yang menjadi incarannya, melainkan rasa puas ketika ikannya mulai dilirik oleh banyak orang.

“Kita beberapa kali sempat menjuarai kontes seperti mendapatkan juara umum atau pun grand champion, Alhamdulillah,” katanya.

Perkembangan Usaha Reza Goldfish Farm

Reza mengisahkan, dulu ketika budi dayanya masih berskala rumahan, ia memasarkan sendiri ikannya ke toko ikan di sekitarnya. Perjuangannya saat itu pun terbilang cukup gigih, karena pada saat itu ia berkeliling memasarkan ikannya dengan menggunakan sepeda.

“Saya kayuh sepeda untuk memasarkan ikan-ikan ini. Itu saya lakukan hingga tahun 2004, lalu saat itu mulai saya beralih menggunakan motor dan memasarkannya ke tempat yang lebih jauh lagi, di luar Depok,” jelasnya.

Hal itu dilakukan, karena pada saat itu penggunakan teknologi digital masih terbilang sangat jarang. Tidak seperti saat ini di mana marketplace sudah banyak menjamur dan sudah dimanfaatkan oleh banyak orang.

Baca juga: Ini Penyebab Lambatnya Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia

Reza juga pernah merasakan kerugian seperti yang dialami oleh setiap pelaku usaha. Menurut pengakuannya, ia sempat mendapati ikan budi dayanya mengalami kematian massal akibat cuaca ekstrim.

Hal itu menjadi masa kesedihan bagi Reza ketika mengetahui ikannya mengalami kematian massal. Untuk itu, ia berpesan bagi siapa pun ketika berada di puncak karir agar tidak bersifat sombong, karena menurutnya, roda kehidupan terus berputar dan setiap orang akan mengalami masa sulit.

Selain itu, Reza juga sempat mengalami masa pahitnya karena ditipu oleh rekan bisnis sesama pebudi daya ikan hias. Menurutnya, kala itu perkembangan budi daya ikan mas kokinya terbilang cukup baik, dan ia memutuskan untuk menginvestasikan modal ke jenis ikan hias lainnya.

“Saya terlalu percaya terhadap orang, jadi ketika saya investasikan modal dan tidak kontrol, ternyata modal kita dibawa kabur orang. Saat itu, merupakan masa yang cukup sulit, karena modal itu saya kumpulkan dari hasil ikan mas koki selama bertahun-tahun,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu perlu dijadikan pelajaran bagi siapa pun yang sedang menjalankan sebuah usaha. Untuk itu perlunya menahan diri, dan berkomitmen terhadap apa yang sedang kita jalankan, termasuk menjalin kerja sama dengan sesama pebisnis.

Omzet Budi Daya

Menurutnya, menjadi pebudi daya ikan hias mendapatkan omzet yang tidak menentu. Pasalnya, omzet tersebut tergantung pada jumlah ikan hias yang akan dijual.

“Kalau sedang ada musibah kita nombok bukan dapat omzet, tapi sebagai pebudi daya ikan hias kita harus memitigasi kendala seperti ketika cuaca ekstrim, karena itu yang biasanya menyebabkan ikan gagal panen,” katanya.

Untuk itu, lanjut Reza, setiap pengusaha ikan hias harus mengelola keuangannya sedemikian rupa untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Selain itu, untuk beternak mas koki, hal terpenting yang dilakukan adalah konsistensi dan presistensi dalam menjalankannya.

“Intinya, rata-rata dalam sebulan jika sedang berhasil panen raya, omzet kita bisa untuk beli mobil lah,” katanya sambil tertawa.

Hal itu dikarenakan, permintaan ikan mas koki di pasaran masih relatif stabil sejak dulu hingga sekarang. Untuk kualitas paling unggul di Reza Goldfish Farm ini, ia mengaku pernah menjual ikan mas kokinya seharga Rp15 juta per ekor.

Reza mengatakan, untuk kualitas atas, penjualan dilakukan oleh istrinya sendiri. Sedangkan untuk komersial grade yang biasanya ditampilkan di toko ikan, ia sudah memiliki pasarnya sendiri, sehingga tidak perlu repot dalam hal pemasaran.

Budi daya mas koki

Menurutnya, membudi dayakan ikan mas koki terbilang gampang-gampang susah. Ikan mas koki diketahui akan berkembang biak dengan sendirinya ketika dipelihara di dalam akuarium berpasangan.

Namun, kendala biasanya yang dialami adalah dalam perawatan anakan ketika menetas. Reza menjelaskan, dari ikan mas koki menetas sampai usia dua bulang merupakan tantangan yang terberat, karena daya tahan tubuh ikan masih rentan.

“Ikan mas koki juga biasanya rentan terhadap penyakit busuk insang, yang biasanya disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Sementara penyakit white spot, biasanya terjadi ketika cuaca yang sedang tidak baik,” jelasnya.

Baca juga: Potensi Besar tapi Pertumbuhan Lamban, Perlu Strategi Tepat Kembangkan Ekonomi Syariah

Di Reza Goldfish Farm ini membudi dayakan ikan mas koki pilihan yang mengedepankan kualitas baik. Sehingga pakan yang diberikan pun juga cukup mahal.

“Untuk usia dua bulan itu makanya kita berani jual sekitar Rp500 ribu ke atas per ekor,” katanya.

Budi daya mas koki bisa dilakukan di sebuah akuarium. Tidak lupa untuk menjaga kualitas air yang baik dengan memberikan filter akuarium yang juga berfungsi sebagai pengatur tingkat kadar oksigen di dalam air.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)