LANGIT7.ID-Presiden Prabowo menginstruksikan tindakan cepat mengatasi banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 23 Januari 2025.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan duka cota mendalam atas musibah banjir dan longsor tersebut.
"Pada kesempatan ini pula, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah bencana banjir dan longsor di Pekalongan, jawa tengah yang mengakibatkan korban jiwa," ucap presiden dikutip dari setneg.go.id.
Presiden telah menginstruksikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan aparat untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana. Kepala Negara menekankan pentingnya distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran.
"Saya sudah tugaskan langsung Kepala BNPB dan aparatnya untuk bergerak cepat di lokasi membantu pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk meyakini bahwa segera ada tindakan bantuan dan semua bantuan harus cepat dan tepat sasaran," lanjutnya.
Dalam keterangannya, Presiden juga menyampaikan dirinya akan terus memantau perkembangan penanganan bencana di Pekalongan. "Saya terus akan memantau perkembangan," tambahnya.
Sementara itu, dikutip dari Antara, total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Pekalongan kini mencapai 20 orang.
Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) identitas para korban meninggal dunia yang telah terindentifikasi antara lain Revalina (19 tahun), Suyati, Kiki Pramudita (23) Sutar (49), Riyanto (50), Ayat (27), Sumeri (30), Doni (27), Winarko (27), Supari (37), Sularso (44), Inawati (23), Afkar (4), Husnul Cholifah (35), Rokhim (40), Joni Yulianto (45), Rahmono (24), Aisah, dan Ta’ari.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (BNPB) Abdul Muhari mengatakan bahwa para korban tersebut sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh warga beberapa saat setelah bencana terjadi pada Senin (20/1) pagi dan berhasil ditemukan oleh tim.(*)
(hbd)