LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum anak-anak bermain di
masjid kerap disalahartikan. Kehadiran mereka dianggap menganggu kekhusyukan ibadah, padahal Rasul mencontohkan sikap yang berbeda.
Masjid ramah anak memang harus diwujudkan. Caranya dengan mengubah kepedulian takmir dan pola pikir mereka soal hukum anak-
anak bermain di masjid.
Sebab baitullah memerlukan regenerasi, sehingga ummat Islam tidak bisa mengambil kesimpulan hukum anak-anak bermain di masjid merupakan hal yang tidak dibolehkan.
Baca Juga: Jangan Larang Anak-Anak Bermain di Masjid, Begini Pendapat UlamaPelaksana Subdirektorat Kemasjidan Kementerian Agama, Fakhry Affan menilai, masjid ramah anak sudah dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim.
"Dari Ibnu Qayyim, beliau pernah melihat Nabi sedang mengimami para sahabat di Masjid Nabawi. Sedangkan cucu perempuan beliau, Umamah, anak dari Zainab berada di atas bahunya. Apabila beliau rukuk, beliau letakkan, apabila bangkit dari sujud mengmbalikan lagi ke gendongannya."
Menurut dia, hukum anak-anak bermain di masjid merupakan hal yang dibolehkan. Takmir bisa mengizinkan mereka ikut rangkaian ibadah tersebut meski bersik.
"Salah satu pemenuhan fasilitas anak di masjid, paling tidak bersikap dulu. Mempersilakan anak ikut tetap shalat meskipun berisik, takmir bisa mengatur nanti. Saya kira bisa dilakukan," katanya.
(bal)