LANGIT7.ID, Jakarta - Berdzikir adalah salah satu upaya untuk mengingat Allah dalam keadaan, situasi, dan kondisi apapun. Dengan berdzikir dan melantunkan kalimat-kalimat thayyibah, seseorang insyaAllah akan terjaga dari perbuatan dosa dan kemaksiatan.
Berdzikir di luar dzikir setelah shalat merupakan salah satu implementasi dari keimanan kepada Allah Swt. Dengan berdzikir, hati akan menjadi tenang dan lebih berhati-hati, baik dalam bertutur maupun berperilaku. Dzikir bagi manusia ibarat perisai yang dapat mengingatkan kembali tentang tujuan hidup dan tujuan ia diciptakan oleh Allah di muka bumi.
Baca Juga: Dalil Shalat Istikharah, Libatkan Allah dalam Pilihan Manusiaالَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allâh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh hati menjadi tentram. [ar-Ra’d/13:28].
Diriwayatkan dari Abu Darda’ Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُُنَبِّئُكُمْ بِخَيرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ! قَالَ : ذِكْرُاللهِ تَعَالَى
"Maukah kamu aku tunjukkan amalan yang terbaik dan paling suci di sisi Rabbmu, dan paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir berkata, “Mau wahai Rasûlullâh!” beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir kepada Allâh Yang Maha Tinggi.” HR. at-Tirmidzi (nomor 3377), Ibnu Mâjah (nomor 3790), dan al-Hâkim (I/ 496) dari Shahabat Abu Darda’ Radhiyallahu anhu . Lafazh hadits ini lafazh at-Tirmidzi. Dishahihkan oleh al-Hâkim dan disetujui oleh adz-Dzahabi.
Baca Juga: Bacaan Dzikir setelah Shalat Fardhu, Lebih Utama ketimbang Berdoaلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Sebuah riwayat hadits menyebutkan, “Barangsiapa yang mengucapkan ‘laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ala kulli syai`in qadir (tidak ada Tuhan selain Allah, hanya Dia, tiada sekutu bagi-Nya, milikNyalah segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala pujian, dan Dia Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu). Siapapun yang membacanya sebanyak sepuluh kali pada pagi hari, maka dituliskan baginya seratus kebaikan (pahala), lalu dihapuskan baginya seratus kesalahan (dosa), juga dicatatkan pahala baginya yang senilai dengan membebaskan satu orang hamba sahaya, serta ia akan selalu mendapatkan penjagaan hingga sore hari. Dan barangsiapa yang membacanya pada sore hari, maka pahalanya pun sama seperti itu.” (HR. Ahmad nomor 8719, dan isnadnya hasan menurut Syaikh Ibn Baaz rahimahullah).
Selain akan dihapuskan kesalahannya oleh Allah Swt, melalui berdzikir manusia juga akan selalu ingat dengan tanda-tanda kebesaran Allah, baik yang bersifat qauliyah maupun kauniyah.
Sebuah riwayat hadits menyebutkan, “Apabila waktu pagi datang maka hendaklah masing-masing kalian mengucapkan, allahumma bika ashbahna wa bika amsayna wa bika nahya wabika namutu wa ilaikan-nusyur (ya Allah dengan rahmat-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat-Mu kami memasuki waktu sore, dengan rahmat-Mu kami hidup, dengan rahmat-Mu kami mati, dan kepada-Mu lah semua makhluk akan dibangkitkan) lalu ketika waktu sore datang, maka ucapkanlah, allahumma bika amsayna wa bika ashbahna wa bika nahya wabika namutu wa ilaikal-mashir (ya Allah dengan rahmat-Mu kami memasuki waktu sore, dengan rahmat-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat-Mu kami hidup, dengan rahmat-Mu kami mati, dan kepada-Mu lah semua makhluk akan kembali).” (HR. Abu Dawud nomor 5068, At-Tirmidzi nomor 3391, An-Nasa’i nomor 9836, Ibnu Majah nomor 3868, dan isnadnya shahih menurut Ibnu Baz Rahimahullah).
Baca Juga:Tahan Emosi, Ibu Harus Selalu Bahagia Saat Bersama Anak
Bahaya Tidur Sore, Salah Satunya Melemahkan Akal(asf)