Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Komnas HAM Sebut Kritik Band Sukatani Bentuk Cinta pada Negeri

esti setiyowati Rabu, 26 Februari 2025 - 15:12 WIB
Komnas HAM Sebut Kritik Band Sukatani Bentuk Cinta pada Negeri
Band Sukatani. Foto: Instagram.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ikut menyoroti kasus yang menimpa Band Sukatani lewat lagu "Bayar Bayar Bayar".

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Anis Hidayah mengatakan kasus tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi semua institusi agar tidak alergi terhadap kritik yang disuarakan masyarakat.

Baca juga: Rektor UIN Saizu Purwokerto Benarkan Salah Satu Personel Band Sukatani adalah Lulusan Kampusnya

"Dari awal Komnas HAM sudah menegaskan bahwa kebebasan berekspresi itu merupakan fundamental rights. Jadi, ini hak konstitusi setiap warga negara untuk dilindungi, dihormati dan dipenuhi," tegas Anis Hidayah di Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/2/2025).

Lebih lanjut Anis menambahkan, apabila ada kelompok atau individu yang menciptakan sebuah karya dalam bentuk apapun termasuk lagu dan sebagainya, maka seharusnya itu menjadi bagian dari hak fundamental yang harus dihormati bersama.

"Apakah karya itu sifatnya kritik kepada pemerintah, kebijakan atau institusi negara maka itu harus dihormati karena bagian dari hak asasi manusia," ujarnya.

Menurut Anis, seharusnya pihak yang dikritisi dalam hal ini kepolisian tidak mesti reaktif apalagi represif. Justru, tambah Anis, kritikan itu harus dijawab polisi dengan kinerja yang baik untuk mengembalikan kepercayaan publik serta muruah institusi.

"Jadi, karena ini fundamental rights maka kewajiban negara itu ada tiga yakni menghormati, melindungi dan memenuhi," jelas dia.

Baca juga: Buntut Lagu Bayar Bayar Bayar Viral, Band Sukatani Diajak Kapolri Jadi Duta Polri

Anis kemudian menyinggung kasus selain Band Sukatani yang bersinggungan dengan kebebasan berekspresi.

Sebelumnya seniman Yos Suprapto batal menampilkan karyanya di Galeri Nasional Indonesia pada Desember 2024.

Aktivis yang kerap bersinggungan dengan isu-isu migran dan buruh ini kemudian meminta pemerintah dan pemangku kepenting untuk tidak antikritik dan tidak menganggap kritik sebagai suatu ketidakcintaan warga kepada Indonesia.

"Justru mereka yang mengkritik itu menunjukkan kecintaan kepada negeri ini," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)