Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 13 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Ketika Ulama Suriah Jatuh Hati pada Indonesia, Sebut Negeri Ini Surga Dunia

Muhajirin Jum'at, 24 September 2021 - 21:06 WIB
Ketika Ulama Suriah Jatuh Hati pada Indonesia, Sebut Negeri Ini Surga Dunia
Karikatur Syekh Ali Thanthawi (foto: flickr)
LANGIT7.ID - Pada era 1953-1954 M, Seorang ulama dan sastrawan kenamaan asal Suriah, Syekh Ali Ath-Thanthawi pernah datang ke Indonesia. ia berjalan-jalan mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Gresik, dan beberapa tempat lainnya.

Perjalanan itu membuat beliau terinspirasi menulis buku berjudul Indonesia. Dalam buku tersebut, beliau mengibaratkan Indonesia sebagai surga. Ia menyebut surga di dunia bukan di Suriah ataupun Lebanon. Tapi ada di Indonesia.

“Dua hari (selama aku hidup 50 tahun), tak kutemukan hari yang paling indah dan membahagiakan serta membekas dalam jiwaku seperti ketika aku menjelajahi Jawa, dari barat hingga timur dengan kereta. Dari Jakarta menuju Surabaya. Aku tidak menyangka akan melihat di sepanjang jalan dan mendengar bahwa di dunia ada jalan seindah itu!,” kata Syekh Thanthawi, dikutip laman sanadmedia.com, Jumat (24/9/2021).

Bahkan dalam buku beliau Yaum fi al-Jannah atau Sehari di Surga, beliau menggambarkan Indonesia dalam sebuah syair. Berikut syairnya:

"Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman"

Selamat ulang tahun, Indonesia!
Oh, alangkah memuncaknya rindu seorang pecinta kepadamu, Indonesia!
Meski aku jauh, ruhku dekat denganmu.

Saat berkunjung ke Tanah Air, ia menceritakan banyak hal. Ia menerangkan keindahan pulau Jawa yang dipenuhi banyak pohon kelapa, bambu serta rindang hijau pepohonan dan alunan lembut angin sepoi di persawahan.

Beliau juga menceritakan makanan-makanan khas Indonesia. di sebuah hotel, ia melihat orang-orang mengambil makanan dan sambal. Ia mengikuti dan mencicipi sambal tersebut, dan berkata, “Sambal itu neraka yang panas!” Ucap beliau mubalaghah. Selama sehari beliau tidak makan apapun karena rasa pedas yang lengket di bibir.

Tak satupun daerah yang beliau kunjungi tanpa pelajaran unik. Saat berkunjung ke Jogja, yang menjelaskan iklim keilmuan di daerah itu. Ia menyebut Jogja adalah kota ilmu. Ia menyinggung Madrasah Muallimin, Pesantren Krapyak, dan hal-hal unik lainnya.

Syekh Ali juga menjelaskan tentang cara Islam masuk ke Indonesia, tentang penjajah, tentang organisasi-organisasi seperti NU, Muhammadiyah, PERTI, dan tentang Ibnu Bathuthah yang pernah ke Sumatera dan mencicipi kelapa.

Dia juga menulis potongan sejarah yang menyebut sejak zaman Dinasti Abbasiyah, Islam sudah masuk ke Indonesia. Itu bisa dibuktikan dengan kuburan Waliyullah Abdullah bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Abdul Aziz bin Abu Ja'far Mansur, khalifah Abbasiyah kedua, di Sumatera. Abdullah datang dari India menuju Sumatera.

Syekh Ali juga menyebut beberapa pesantren. Di Sumatera ia menyebut Sumatera Thawalib. Di Jawa ia menyinggung Pesantren Tebuireng dan Pesantren Tremas Pacitan. Ia juga tak lupa mendeskripsikan perempuan-perempuan Indonesia.

Syekh Ali menyebut perempuan Indonesia merupakan wanita paling manis, meskipun tidak termasuk paling cantik. Mereka seperti manis-manisan yang ada di perayaan acara maulid di Mesir, yang terbuat dari gula.

Dari situ ia sangat menghormati perempuan-perempuan tangguh yang ikut berjuang melawan penjajah. Ia meneteskan air mata saat mendapat cerita tentang wanita Indonesia yang meledakkan bom di dekat tank penjajah hingga syahid. Ia juga sangat mengagumi sosok Kartini.

Selain itu, ia memuji Presiden Soekarno sebagai raja para proklamator. Ia juga menyanjung para pahlawan seperti Jenderal Soedirman, Bung Tomo, hingga para ulama yang menulis banyak kitab sebagai panduan untuk masyarakat muslim di Indonesia.

sumber: sanadmedia.com

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 13 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:52
Ashar
15:13
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)