LANGIT7.ID-Jakarta; Berburu takjil selama bulan Ramadhan sangatlah menyenangkan dan menjadi keseruan tersendiri. Terlebih banyaknya makanan menggiurkan yang dijajakan oleh para pedagang.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam membeli dan mengonsumsi takjil yang dijual para pedagang di pinggir jalan.
"BPOM rutin setiap tahun melakukan intensifikasi (pemeriksaan) itu, untuk menjaga supaya takjil-takjil yang dijual oleh ibu-ibu atau UMKM ini aman, karena seringkali, memang sampai saat ini, masih ada saja yang menggunakan bahan yang dilarang," ujar Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM Dwiana Andayani dalam temu media di Jakarta.
Dwiana menyebut BPOM masih menemukan banyak takjil dijual kepada masyarakat menggunakan bahan berbahaya. Contohnya, minuman seperti es campur atau minuman yang menggunakan pacar cina dengan warna merah muda yang mencolok.
Kemudian takjil kerupuk mi yang berwarna kuning, diketahui dibuat dengan menggunakan metanil yellow yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil. Ditemukan pula kandungan Rhodamine B untuk memberikan warna merah.
"Itu kemungkinan menggunakan pewarna yang dilarang," ujar dia.
Dia menduga para penjual tidak mengetahui secara jelas penggunaan bahan-bahan yang dilarang tersebut. Terdapat kemungkinan pewarna buatan itu dipakai karena ada keinginan menjual produk makanan yang lebih menarik.
Takjil-takjil yang dijual itu juga ditemukan suka dipakaikan pengawet agar dapat bertahan lebih lama dari waktu pembelian. Di sisi lain, penjual juga gemar memakai pemanis buatan yang melebihi batas ketetapan BPOM.
Kemudian ada Borax supaya lebih kenyal dan tahan lama, belum lagi Formalin. Itu masih tetap saja ada dan menjadi bahan-bahan yang sering digunakan oleh para pedagang," ujarnya.
BPOM melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk makanan olahan. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni menggaungkan pentingnya membaca tabel Informasi Nilai Gizi (ING) dalam kemasan produk.(*)
(lam)