LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Nahdlatul Ulama (NU) Care-Lazisnu membangun 7 ruang isolasi mandiri (isoman) di tujuh pesantren di Jakarta dan luar Jakarta. Pembangunan pusat isoman tersebut untuk mencegah penyebaran wabah corona di Tanah Air.
Ketujuh pesantren itu yakni Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah di Jakarta Selatan, Pondok Pesantren Fauzan di Garut, Pondok Pesantren Khas Kempek di Cirebon, Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumuddin di Cilacap, Pondok Pesantren Maslakul Huda di pati, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading di Malang, dan Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean di Kediri.
Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU (PP Lazisnu) PBNU, Ahmad Basarah, mengatakan, pembangunan pusat isoman tersebut merupakan bukti pemerintah hadir untuk umat sebab sesuai undang-undang perhajian. Keuntungan dari dana haji benar-benar digunakan untuk kemaslahatan umat Islam, bukan untuk yang lain.
Basarah menjelaskan, program tersebut sesuai amanat UU No.34/2014 tentang Pengelolaan Keuangan haji, tepatnya pada Pasal 1 ayat 2 yang menjelaskan tentang definisi dana haji.
Dia mengutip data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga akhir Agustus 2021, ada 723 kiai di Indonesia meninggal dunia akibat corona. Sementara data resmi Asosiasi Pesantren NU atau Rabithah Ma’had Islamiyah PBNU menyatakan, per-27 Desember 2020 terdapat 234 kiai dan tokoh NU meninggal dunia.
“Itu berarti terjadi peningkatan 200 persen. Karena itu, kerja sama dan gotong royong ini sangat bermanfaat untuk ikhtiar mencegah korban Covid-19 yang lainnya,” kata Basarah melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).
Basarah menjelaskan, meski pembiayaan fasilitas ruang isolasi menggunakan dana haji, namun itu diyakini halal karena dilakukan dengan cara yang benar, apalagi ada undang-undang yang mengatur demikian.
Pasal 10 Huruf G undang-undang perhajian memberi amanat kepada BPKH agar menggunakan keuangan haji untuk banyak sektor, seperti kegiatan untuk kemakmuran umat Islam. Maka itu, program tersebut layak dicontoh karena bertujuan menyediakan fasilitas kesehatan.
Pembangunan pusat isoman ini mendapat dukungan dari para kiai pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati, KH Abdul Ghofarrozin, mengaku sempat menolak bantuan tersebut, namun ia berubah pikiran saat melihat sisi baik dari program itu.
“Jika saya terima bantuan, itu berarti saya membenarkan bahwa santri-santri saya akan kena Covid-19. Tapi setelah saya pelajari, bantuan ruang isolasi Covid-19 ini harus diterima sebab Islam mengajarkan kita harus siap-siap sebelum musibah datang. Tentu saya dan semua santri senang atas bantuan pemerintah ini,” ucap Basarah yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI.
(jqf)