LANGIT7.ID-Suara "Sahur... Sahur..." bergema di pagi buta, memecah keheningan malam. Saat sebagian besar orang masih terlelap dalam buaian mimpi, seruan ini hadir sebagai pengingat istimewa bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
PT Djarum kembali menyampaikan pesan kebaikan untuk memaknai bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini, dengan mengangkat tema "Hikmah Petunjuk-Nya". Tema tersebut mengingatkan kita sebagai manusia yang seringkali berdoa dan memohon petunjuk-Nya, namun terkadang belum membuka hati untuk menerima petunjuk-Nya tersebut. Padahal mungkin jawaban dan petunjuk-Nya sudah ada di depan kita. Baca juga: Kolom Hikmah Petunjuk-Nya: Tolong Menolong Itu Bukan Sekadar Memberi Bantuan, Tetapi Ada Makna Yang Sangat Menyentuh Diri Manusia
Salah satu petunjuk yang telah Allah SWT berikan dengan jelas tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 187: "Dan makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam." Ayat ini bukan hanya menjelaskan batasan waktu berpuasa, tetapi juga mengisyaratkan pentingnya waktu sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa.
Meski petunjuk tentang sahur sudah begitu gamblang, fenomena "tidur lagi" setelah mendengar seruan sahur masih sering terjadi di tengah masyarakat kita. Banyak yang belum menyadari bahwa di balik panggilan sederhana ini tersimpan hikmah mendalam yang terlewatkan ketika kita memilih untuk kembali ke peraduan. Baca juga: Kolom Hikmah Petunjuk-Nya: Kekuatan Intuisi Hati dalam Kehidupan
Sahur bukan hanya sekadar ritual makan sebelum menjalani puasa, tetapi merupakan kesempatan istimewa yang diberikan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Banyak yang tidak menyadari bahwa momen ini memiliki nilai khusus dalam perjalanan ibadah Ramadhan.
Seruan sahur sendiri bisa jadi merupakan salah satu bentuk petunjuk yang sering kita abaikan. Dengan membuka hati dan mendengarkan panggilan sahur, kita sebenarnya sedang belajar untuk lebih peka terhadap petunjuk-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sisi kesehatan, sahur membantu tubuh mempersiapkan energi untuk menjalani puasa sepanjang hari. Tanpa sahur, risiko dehidrasi dan kelelahan akan meningkat, yang dapat mengganggu produktivitas dan fokus dalam beraktivitas maupun beribadah.
Jadi, saat seruan "Sahur... Sahur..." kembali terdengar esok hari, marilah kita sambut sebagai undangan istimewa untuk mendapatkan keberkahan, bukan gangguan yang mengusik tidur nyenyak kita.