LANGIT7.ID-, Jakarta - - Dukungan terhadap
brand lokal dan semangat anak muda dalam berinovasi membuka bagi banyak pelaku usaha untuk membangun bisnisnya, salah satunya, Khadijah Label atau kini dikenal dengan KHDJH.
Brand yang didirikan pada tahun 2017 oleh Muhammad Themy Setiawan, di usianya yang saat itu masih 20 tahun, KHDJH hadir sebagai wujud dari mimpi besar dan semangat seorang anak muda mewarnai
industri fashion muslim Indonesia.
Baca juga: Profil dan Biodata Anindya Bakrie, Pengusaha Muda Muslim, Ketua Kadin yang BaruThemy memulai perjalanannya di dunia bisnis sebagai reseller. Namun kemudian ia melihat peluang besar untuk menghadirkan produk fashion muslim berkualitas tinggi dengan harga yang tetap terjangkau.
Dengan bekal pemahaman yang semakin matang serta modal yang telah ia kumpulkan, pada tahun 2019 Themy mengambil langkah besar dengan mulai memproduksi sendiri barang-barang di bawah merek KHDJH.
"Selain berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas terbaik yang dapat merepresentasikan identitas
muslimah modern, KHDJH juga menempatkan pengalaman konsumen sebagai prioritas utama," kata owner KHDJH, Themy Setiawan dalam siaran media Shopee, dikutip Rabu (19/3/2025).
Sejak awal, fokus Themy tidak hanya mengembangkan bisnisnya saja, namun juga pertumbuhan kolektif dengan menciptakan komunitas yang lebih berdaya dan berkelanjutan bersama masyarakat sekitar.
Untuk mewujudkan semangat ini, KHDJH berkomitmen untuk membangun rantai produksi yang sepenuhnya berbasis lokal. Mulai dari penggunaan bahan baku dalam negeri hingga proses pengerjaan yang melibatkan tenaga kerja lokal.
Baca juga: Inspiratif! Pengusaha Muda India Ini Sukses Raih Status Istimewa di Arab SaudiSelain menciptakan lapangan pekerjaan, KHDJH juga aktif memberikan pelatihan keterampilan bagi para pekerjanya, hingga memastikan setiap individu yang terlibat dalam operasional KHDJH memiliki standar kerja yang tinggi serta kesempatan untuk terus berkembang secara profesional.
Namun, perjalanan dalam membangun KHDJH untuk menjadi brand fashion muslim yang ternama di Indonesia juga dipenuhi tantangan.
Mulai dari deadstock yang menumpuk, kerugian dalam penjualan, hingga kasus penipuan yang merugikan.
Di tengah segala rintangan, keyakinan pada kualitas produk serta kekompakan tim yang terus ia bangun menjadi hal yang tetap memotivasi Themy untuk tidak menyerah.
Ia percaya bahwa dengan dedikasi dan strategi yang tepat, KHDJH bisa terus berkembang dan bertahan di industri fashion muslim yang kompetitif.
“Saat merintis KHDJH, saya belum memiliki banyak pengalaman berbisnis. Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan sebagai seorang pengusaha muda, ternyata sangat penting untuk memiliki mentor yang terpercaya, membangun relasi bisnis yang tepat, serta belajar menjadi pemimpin yang baik bagi tim," sambung Themy.
Baca juga: Kisah dan Perjuangan Pasangan Muda Membangun Rumah Sakit SyariahKerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Di usia 28 tahun, Themy telah membawa KHDJH ke level yang lebih tinggi.
Kini KHDJH telah memiliki lebih dari 30 karyawan, memberdayakan 100 penjahit lokal, serta membuka peluang baru bagi ratusan reseller dan dropshipper di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini bukan sekadar tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana KHDJH mampu menciptakan dampak bagi komunitas yang lebih luas.
"Selain itu, kita juga harus berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Membangun bisnis bukan hanya tentang seberapa cepat kita bisa besar, tetapi seberapa lama kita bisa mempertahankan bisnis dalam kondisi yang sehat dan berdampak positif bagi orang lain,” ujar Themy.
(est)