LANGIT7.ID, Jakarta - Ajarkan anak Al Quran dan hadist harus dimulai dari usia PAUD. Sebab mereka harus disiapkan sebagai generasi yang tumbuh dengan kesadaran sebagai hamba Allah.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menilai, materi untuk ajarkan anak Al Quran dan hadist tidak cukup hanya dari sisi tekstual, melainkan harus didudukan dengan realitas sosial.
"Pendidikan ini harus mulai diterapkan sejak anak usia diri (PAUD)," kata Fathur.
Pendidikan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak, bahwa dirinya sebagai hamba dan sebagai manusia yang mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian yang tidak lepas dari orientasi Ketuhanan.
"Dengan kesadaran tauhid atau makrifat seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, peduli sesama, serta menyebarluaskan kemakmuran sebagai Ibadah kepada Allah," ujarnya.
Di sisi lain, pendidikan bukan hanya membangun kecerdasan akal, tapi juga menjernihkan qalbu. Menurut Fathur, bekal ini bagi anak akan berdampak pada orientasi mereka ketika mengembangkan IPTEK dengan aspek Ketuhanan.
Pendidikan yang memiliki orientasi kepada aspek Ketuhanan akan menciptakan manusia yang utuh dan seimbang. Pendidikan model ini diharapkan akan melahirkan generasi yang imbang antara urusan dunia dan akhirat.
Berkaca dari kebanyakan model pendidikan yang dianut oleh sekolah-sekolah di abad kekinian, menurut Fathur lebih cenderung mendekatkan manusia dengan keduniaan. Sikap cinta dunia ini menurutnya perlu dibersihkan dengan tauhid yang murni.
(bal)