LANGIT7.ID, Jakarta - Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an Yogyakarta sudah menancapkan tongkat estafet dakwah di kancah internasional. Lembaga pendidikan Al-Qur’an yang didirikan Ustadz Yusuf Mansur itu membuka Graha Tahfidz Online di Denmark.
Pembukaan Graha Tahfidz di Denmark merupakan bentuk keprihatinan PPPA Daarul Qur’an melihat umat Islam di Denmark kesulitan belajar Al-Qur’an dan agama Islam karena penutupan fasilitas umum akibat pandemi Covid-19.
Pengelola Graha Tahfidz PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, Ustadz Jimmy Pranata, menjelaskan terkait kelas yang ditawarkan yakni kurikulum pembelajaran tahsin dan tahfidz berjenjang. Untuk kelas pemula berdurasi tiga bulan dengan total pertemuan 24 kali dan diikuti dengan kelas lanjutan.
Baca Juga: Daarul Quran, Visi Besar Ustadz Yusuf Mansur Cetak Pemimpin yang Shalih
Hal tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema
Designing Qur’an Class for Moslem Community in Denmark yang digelar secara daring.
Graha Tahfidz Denmark ditargetkan sudah mulai beroperasi pada awal Oktober 2021. Mengingat kerinduan komunitas muslim Denmark terhadap Al-Qur’an yang sudah tidak dapat dibendung lagi.
Bukan hanya terjalin silaturahmi antar negara, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, Ramadani, berharap rancangan program tersebut dapat meningkatkan keimanan dan memperluas lingkup dakwah.
Selain itu, juga dapat memperluas jaringan strategis dan mampu berkolaborasi menghasilkan produk gerakan zakat yang lebih masif. Kemudian, PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta juga berupaya selalu mengoptimalkan kebermanfaatan lembaga amil zakat di kancah internasional.
Selain di Denmark, PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta juga akan terus berupaya mendakwahkan Al-Qur’an ke berbagai penjuru dunia. Hal ini agar keberkahan Al-Qur’an dapat dirasakan lebih luas lagi oleh umat muslim.
(jqf)