LANGIT7.ID-Jakarta; Ahli gizi Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D menyampaikan bahwa kebiasaan mengudap atau makan makanan ringan berlebihan berisiko bagi kesehatan anak.
Dalam acara peluncuran hasil survei State of Snacking yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis, Esti menjelaskan bahwa kebiasaan mengudap berlebihan bisa menyebabkan obesitas, yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami diabetes dan masalah kesehatan yang lain.
Oleh karena itu, dia mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak dan mengajarkan penerapan pola makan yang sehat kepada anak sejak dini.
Karena anak-anak belum bisa mengontrol makan, ia mengatakan, orang tua sebaiknya melatih anak untuk menerapkan pola makan yang sehat.
"Kalau bisa itu anak dibuat kenyang dulu dengan makanan utama, sehingga ngemil itu tidak terlalu rumit. Lebih baik memang diajarkan sedini mungkin, tentang makan yang baik itu seperti apa," ujarnya.
Dia juga menyampaikan perlunya orang tua memperhatikan konsumsi gula anak serta mencegah anak terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi guna menghindari masalah kesehatan pada anak.
Pembatasan konsumsi makanan dengan kadar garam dan lemak tinggi juga penting untuk mencegah gangguan kesehatan, termasuk hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Kementerian Kesehatan menyarankan konsumsi gula dibatasi 50 gram atau empat sendok makan, konsumsi garam dibatasi 5 gram atau satu sendok teh, dan konsumsi lemak dibatasi 67 gram atau setara 5 sendok makan minyak goreng per orang per hari.
Guna menghindarkan anak dari kebiasaan makan yang tidak sehat, psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi menyarankan orang tua untuk mengajari anak membangun hubungan yang sehat dengan makanan.
"Nah, kalau itu dibiasakan dari kecil, dimana kan anak-anak itu masa-masanya membutuhkan pola makan sampai dia dewasa. Jadi, kalau dari kecil dia udah biasa ngemilnya lebih banyak, maka itu akan membawa sampai dewasa," ujarnya.(*)
(lam)