LANGIT7-Jakarta,- - Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya menggelar pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
Menteri Ekraf Teuku Riefky menekankan sinergi antara pemerintah dengan para pelaku usaha untuk membahas strategi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
"Kita perlu membangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha untuk meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia, sehingga kita dapat mencapai pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Teuku Riefky.
Teuku Riefky menyebut Apindodan Kadin adalah mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Visi misi Apindo dan Kadin disebut Menteri Ekraf Teuku Riefky sejalan dengan program prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yakni 8 Asta Ekraf yang selanjutnya akan menjadi landasan bagi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia dan membuka peluang baru untuk mencapai the new engine of growth bagi perekonomian Indonesia.
Baca juga:
20 Pemda Digandeng BPJPH Untuk Fasilitasi Produk UMK Mendapatkan Sertifikasi HalMenteri Ekraf Teuku Riefky berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan pelaku usaha dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Program-program antara Kemenekraf dengan Apindo dan Kadin disebut Menteri Ekraf Teuku Riefky bisa diselaraskan melalui dinas-dinas ekraf di daerah.
"Kita bisa melakukan hal serupa dengan pengusaha daerah melalui dinas ekraf di daerah," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan para pengusaha yang tergabung dalam Apindo siap memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.
Apindo disebut Shinta mendukung program-program yang dapat meningkatkan daya saing industri dan meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Wakil Ketua Kebudayaan Kadin Rahayu Saraswati mengatakan Kadin berencana menyelenggarakan sebuah festival multiprogram pada akhir tahun ini yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia melalui penciptaan padat karya dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Festival ini disebut perempuan yang karib disapa Sara itu akan menjadi platform yang menyatukan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu tempat, seperti industri fashion, kuliner, seni, film, gim, dan animasi.
"Melalui festival ini, kita dapat meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia dengan showcasing dan mengekspor industri budaya kita, serta meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap industri budaya Indonesia," ucap Sara.
(ori)