Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

Syiah di Atas Mimbar, Salib di Gerbang: Senja Kekuasaan Daulah Fatimiyah

miftah yusufpati Sabtu, 21 Juni 2025 - 05:15 WIB
Syiah di Atas Mimbar, Salib di Gerbang: Senja Kekuasaan Daulah Fatimiyah
Meski Syiah Ismailiyah lenyap dari pusat kekuasaan, Fatimiyah meninggalkan satu peninggalan monumental: Al-Azhar. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Kaligrafi caci maki terhadap sahabat Nabi terpajang di dinding-dinding masjid Mesir. Ucapan laknat kepada Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan menjadi slogan resmi rezim. Setiap hakim harus memutus perkara atas nama Syiah Ismailiyah.

Para pegawai negara, dari pemungut pajak sampai pengawas pasar, harus bermazhab sama. Mesir, negeri Sunni berabad-abad, dipaksa menyesap doktrin kekuasaan dari garis keturunan yang mengklaim sebagai pewaris Ali bin Abi Thalib.

Itulah wajah Dinasti Fatimiyah pada abad ke-11 hingga ke-12, ketika paham Syiah Ismailiyah tak sekadar menjadi kepercayaan elite, tetapi menjadi hukum negara. Di bawah Khalifah Al-Hakim bi Amrillah, bahkan cacian terhadap para sahabat Nabi dicetak dan disablon di ruang publik seperti pasar, masjid, bahkan tembok-tembok jalan. Mesir bukan lagi pusat ilmu, melainkan arena pengkondisian mazhab dan penyusupan politik sektarian.

Namun, eksperimen ideologis ini ternyata menjadi pisau bermata dua. Dukungan rakyat Sunni menipis, dan kemarahan publik terpendam dalam bisu yang panjang. Ketika Al-Hakim akhirnya memerintahkan penghentian cacian dan memberi ancaman kepada pelakunya, semuanya sudah terlambat. Bibit kebencian sudah tumbuh, dan rakyat menanti saat pembalasan.

Baca juga: Kisah Ali bin Abi Thalib Menolak Membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah

Pemerintahan Boneka, Menteri Berkuasa

Seiring waktu, istana dinasti Fatimiyah di Kairo berubah menjadi istana kemewahan yang menjauh dari urusan rakyat. Para khalifah tak lagi memimpin; mereka menjadi simbol, ditarik ulur oleh menteri-menteri yang menguasai keputusan dan mengeksekusi kekuasaan. Khalifah Al-Adid, yang terakhir, nyaris tak lebih dari wayang istana.

Setiap terjadi perebutan kekuasaan, pasukan di dalam negeri tak ragu meminta bantuan pada musuh-musuh luar. Gubernur Iskandariyah, Ibn al-Silar, bahkan mengangkat senjata ke Kairo, memicu bentrok bersenjata antar sesama Muslim hanya demi kekuasaan semu.

Tak hanya konflik internal yang menggerogoti. Di luar gerbang Mesir, pasukan Salib dari Eropa mengendus aroma kelemahan. Mereka menyeberangi Laut Tengah, ingin menguasai tanah yang menjadi jantung peradaban Islam. Ketika kekacauan kian membara, Fatimiyah tak punya pilihan selain meminta tolong pada musuh ideologisnya: kaum Sunni dari Syam.

Datangnya Sang Penutup Riwayat

Nuruddin Zanki, penguasa Aleppo yang Sunni, tak serta merta menolak. Ia mengirim panglima kepercayaannya, Asaduddin Syirkuh, untuk membantu mengusir Salibis. Tak lama kemudian, pengganti Syirkuh, seorang jenderal muda dari Tikrit bernama Salahuddin al-Ayyubi, meneruskan misi dan berhasil menghalau musuh keluar dari tanah Mesir.

Baca juga: Sejarah Daulah Fatimiyah: Buah Ketidakpuasan Kaum Syiah terhadap Daulah Abbasiyah

Namun bantuan itu tak datang gratis. Salahuddin pelan-pelan mengisi ruang kekuasaan. Ia diangkat menjadi menteri besar. Dan atas dorongan Nuruddin Zanki, dia menyusun langkah politik untuk mengakhiri riwayat Fatimiyah yang tinggal sisa napas.

Pada 1171 M, azan pertama kembali dikumandangkan atas nama Khalifah Abbasiyah. Daulah Ayyubiyah berdiri. Maka resmilah kematian dinasti yang pernah mengklaim sebagai titisan Ali.

Meski Syiah Ismailiyah lenyap dari pusat kekuasaan, Fatimiyah meninggalkan satu peninggalan monumental: Al-Azhar. Universitas Islam tertua itu sempat menjadi pusat propaganda Syiah. Namun di bawah Salahuddin, ia dibersihkan, dikembalikan ke arus utama Sunni, dan terus berkembang hingga menjadi mercusuar ilmu Islam dunia hingga kini.

Fatimiyah boleh bangga pernah menjadi kekuatan besar. Namun sejarah mencatat: kekuasaan yang dibangun di atas pemaksaan akidah dan pengkhianatan rakyat, akan tumbang oleh kekuatan yang lahir dari semangat umat. Dan umat itulah yang kembali menemukan rumahnya bersama Salahuddin.

Baca juga: Al-Azhar Kairo: Didirikan Dinasti Fatimiyah, Kini Jadi Duta Ahlussunnah

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)