LANGIT7.ID-, -
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam
majalah LeMan yang memuat
kartun Nabi Muhammad. Presiden Erdogan menyebut aksi kartunis majalah LeMan itu sebagai "provokasi keji" pada Selasa (1/7/2025).
Majalah LeMan edisi 26 Juni 2025 memuat gambar yang menampilkan
Nabi Muhammad dan
Nabi Musa yang bersalaman di tengah zona perang.
"Kami tidak akan membiarkan siapa pun berbicara menentang nilai-nilai suci kami, apa pun yang terjadi," kata Erdogan dalam pernyataan yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Rabu (2/7/2025).
Baca juga: Istanbul Ricuh Gegara Majalah LeMan Muat Karikatur Nabi Muhammad SAWErdogan mengatakan pihak berwenang akan menjalankan proses hukum dengan seksama.
"Mereka yang menunjukkan rasa tidak hormat kepada Nabi kami dan nabi-nabi lainnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum," tambahnya.
Erdogan menambahkan bahwa pihak berwenang telah menyita semua salinan terbitan yang menghina
umat Islam itu dan mengambil tindakan hukum terhadap majalah tersebut.
Komentar presiden Turki memperkuat gelombang kecaman resmi sehari setelah empat kartunis di majalah LeMan ditahan atas gambar tersebut.
Salinan gambar hitam-putih yang diunggah di media sosial memperlihatkan dua karakter melayang di langit di atas kota yang dibombardir.
"Salam aleikum, saya Mohammed," kata salah satu sambil berjabat tangan dengan yang lain yang menjawab, "Aleikum salam, saya Musa."
Kartun tersebut, yang dipublikasikan beberapa hari setelah konflik 12 hari antara Israel dan Iran, ditafsirkan memperlihatkan Mohammed, yang diyakini umat Muslim sebagai nabi terakhir, dan Musa, salah satu nabi terpenting dalam agama Yahudi, berjabat tangan di langit di atas pemandangan masa perang.
Baca juga: Kartunis Penghina Nabi Muhammad Tewas, Mobilnya Tabrakan dan TerbakarGambar tersebut juga dikritik oleh kaum konservatif religius, meskipun majalah tersebut meminta maaf kepada para pembaca yang merasa tersinggung dan mengatakan bahwa gambar tersebut telah disalahpahami.
Pemimpin redaksi majalah LeMan, Tuncay Akgun, mengatakan kepada AFP bahwa gambar tersebut telah disalahartikan dan "bukan karikatur Nabi Muhammad".
"Dalam karya ini, nama seorang Muslim yang terbunuh dalam pemboman Israel difiksikan sebagai Muhammad. Lebih dari 200 juta orang di dunia Islam bernama Muhammad," katanya.
"Kartun itu tidak ada hubungannya dengan Nabi Muhammad. Kami tidak akan pernah mengambil risiko seperti itu," tambah Akgun.
Partai AKP yang berkuasa di Turki juga mengecam kartun tersebut.
"Ini tidak ada hubungannya dengan seni, ide, kebebasan berekspresi, atau kebebasan artistik," kata juru bicara AKP Omer Celik.
"Menurut pandangan kami, ini adalah kejahatan kebencian — tindakan permusuhan yang secara langsung menargetkan Islam, Nabi Musa, dan Nabi kami."
Baca juga: Erdogan Siaga Nasional: Turki Bersiap Hadapi Dampak Perang Udara Israel-IranErdogan dan AKP yang berakar pada Islam secara teratur mengkritik apa yang mereka sebut sebagai tindakan Islamofobia di Turki yang sekuler dan di seluruh Eropa.
Umat Muslim menganggap penggambaran Nabi Muhammad sebagai penghujatan.
(est)