LANGIT7.ID–Indramayu; Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kamaruddin Amin memaparkan bahwa potensi wakaf nasional sangat besar, bahkan mencapai hampir Rp400 triliun setiap tahun. Dari jumlah tersebut, hasil riset menunjukkan bahwa wakaf dalam bentuk uang saja sudah menyentuh angka Rp181 triliun per tahun.
Namun, potensi yang luar biasa itu belum sepenuhnya terwujud secara nyata. Menurut Kamaruddin, tantangan terbesar justru terletak pada proses memanifestasikan potensi tersebut dalam program-program yang berdampak langsung.
"Ini tantangan kita bersama. Kalau kita sinergis, kita kolaborasi, ICMI, Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, pemerintah daerah, kita bersama-sama menggerakkan, memberikan literasi kepada masyarakat kita, Insya Allah ini akan menjadi salah satu potensi yang sangat luar biasa," terang Kamaruddin Amin dalam acara Tanam Perdana Program Brigade Pangan Cendekia dan Wakaf Tunai Produktif Pangan Cendekia di Desa Wanasari, Indramayu, Jawa Barat, dikutip Senin (21/7/2025).
Ia juga menyampaikan data terkini mengenai aset wakaf yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlahnya kini telah mencapai 451 ribu titik. Jika disatukan, luas total aset wakaf itu bahkan bisa melampaui ukuran negara Singapura.
"Di seluruh Indonesia, kita punya aset wakaf itu 451 ribu titik, yang kira-kira besarnya itu kalau digabung hampir sama dengan atau bahkan lebih besar daripada Singapura. Dan itu tumbuh 4 sampai 5 persen setiap tahun," sambungnya.
Besarnya semangat masyarakat Indonesia dalam berwakaf turut menjadi sorotan Kamaruddin. Ia menggarisbawahi bahwa sebagian besar dari titik wakaf tersebut menyimpan potensi produktif luar biasa.
"Ini menunjukkan betapa orang Indonesia sangat pemurah sekali. Nah, wakaf yang bisa diproduktifkan itu juga sungguh sangat besar. Dari 451 ribu titik, sekitar 10 persen itu berpotensi diproduktifkan, wakaf produktif," lanjut dia.
Kamaruddin pun menekankan pentingnya kolaborasi antar elemen bangsa—baik pemerintah maupun masyarakat sipil—untuk memaksimalkan pemanfaatan wakaf secara produktif.
"Ke depan saya kira ini bisa kita bersama-sama memunculkannya dengan bersinergi, dengan berkolaborasi antara pemerintah dengan civil society dan masyarakat kita," ia menambahkan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dana umat memiliki potensi besar dalam mengangkat kesejahteraan rakyat. Dengan kesadaran penuh umat Islam terhadap zakat dan wakaf, kesejahteraan masyarakat bisa lebih merata.
"Kalau seandainya umat Islam berzakat, berwakaf secara sadar, seharusnya tidak ada orang miskin di Indonesia," tandas Kamaruddin.
(lam)