LANGIT7.ID–Jakarta; Presiden Prabowo Subianto menyoroti kerugian besar negara akibat praktik pengoplosan beras biasa yang dijual sebagai beras premium. Di saat Menteri Keuangan Sri Mulyani berupaya meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan tarif bea cukai, kasus penipuan beras justru menyebabkan kebocoran ekonomi hingga Rp100 triliun per tahun.
“Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh ekonomi Indonesia, kerugian oleh bangsa Indonesia, kerugian oleh rakyat Indonesia, adalah Rp100 triliun tiap tahun,” ujar Prabowo, dikutip Selasa (22/7/2025).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara peluncuran Koperasi Desa Merah Putih yang digelar di Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7). Ia mengungkapkan bahwa praktik curang ini berawal dari beras biasa yang diberi kemasan dan label premium, lalu dijual di atas harga eceran tertinggi.
“Dapat laporan lagi, Pak, harga Rp6.500 Pak harga dasarnya tapi jualnya permainan lagi, beras biasa dibungkus, dikasih stempel beras premium, dijual Rp5.000, di atas harga eceran tertinggi. Saudara-saudara, ini kan penipuan, ini adalah pidana,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa praktik tersebut adalah penipuan yang merugikan rakyat secara luas. Ia menuntut agar aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan, segera mengusut dan menindak pelaku.
“Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri usut dan tindak ini pidana,” tegasnya.
Dengan sorotan terhadap kerugian negara yang begitu besar akibat permainan harga dan kualitas beras, Prabowo menunjukkan pentingnya penegakan hukum dalam melindungi ekonomi nasional. Ia menyampaikan hal itu sebagai bentuk perhatian serius terhadap laporan kerugian yang diterimanya terkait sektor pangan.
(lam)