LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi COVID-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini memberi dampak yang signifikan bagi pelaku bisnis di Indonesia. Aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di awal-awal pandemi hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengharuskan operasional pusat perbelanjaan berhenti, penutupan akses transportasi umum dan dilarangnya makan secara dine in.
Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sepanjang tahun 2020 sebanyak 1.033 restoran resmi tutup secara permanen di Indonesia.
Bila melihat ke belakang, industri kuliner sebelum pandemi masih menggantungkan omsetnya pada transaksi harian. Meski juga menerima pesanan online, tapi banyak pebisnis yang belum memanfaatkannya secara optimal. Biasanya yang dilakukan adalah pemesanan eksklufi melalu pesan singkat atau media sosial.
Baca juga : Enam Kuliner Singapura Ala Chef Martin PrajaHal ini tentunya membutuhkan beragam solusi agar pebisnis bisa mempertahankan usahanya. Berikut tips yang dirangkum oleh penyedia layanan loyalitas pelanggan, OttoPoint.
Maksimalkan platform dan media onlinePeningkatan tren pemesanan online, mau tidak mau mempengaruhi penyesuaian strategi penjualan dan promosi yang berbeda dari beberapa tahun silam. Pertama, bisa secara perlahan mengembangkan frozen food.
Biayanya lebih efisien, makanan lebih tahan lama, selain itu dapat dijual lebih luas melalui e-commerce seperti tokopedia. Kedua, para pelaku bisnis sebaiknya mulai secara kreatif membuat konten promosi melalui media sosial seperti instagram, tiktok, facebook dan lainnya.
Pada riset yang dirangkum oleh We Are Social, dari 274,9 juta penduduk di Indonesia, sekitar 170 juta orang adalah pengguna aktif media sosial.
Mulai terapkan strategi marketing yang efektif dari sekarangPandemi bisa menjadi waktu yang cocok untuk memikirkan kembali strategi marketing yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu program yang patut untuk dipertimbangkan adalah stamp digital seperti OttoStamp.
“OttoStamp kami buat untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih berkesan bagi pelanggan. Jadi, mereka akan termotivasi datang kembali untuk bertransaksi dan mengumpulkan stamp digital, demi mendapatkan reward yang mereka sukai,” ujar CEO OttoPoint James Hamdani dalam keterangan resminya pada Senin (4/10/2021).
Dia juga menyampaikan bahwa pelaku bisnis bisa mendapatkan keuntungan berupa implementasi program marketing yang fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, hal terpenting yaitu pelaku bisnis juga bisa mengumpulkan database pelanggan yang nantinya berguna untuk mengenal perilaku transaksi maupun preferensi mereka terhadap produk tertentu.
Baca juga : Dibatasi Bergerak, Ini 5 Bisnis Kuliner Rumahan yang MenjanjikanGunakan Database Untuk Strategi Marketing TerfokusSeperti yang sudah disebutkan sebelumnya, database yang didapatkan dari program seperti OttoStamp berguna untuk lebih ‘kenal’ tentang kebiasaan pelanggan. Hal ini tentunya berdampak positif untuk membuat strategi marketing yang efisien dan tepat sasaran.
Kinerja marketing akhirnya bisa diukur dengan lebih efektif juga, serta mencapai hasil yang lebih maksimal. Pelanggan pun lebih nyaman, karena mereka mendapatkan konten marketing yang sesuai dengan kebiasaan dan pilihan personalnya. Sehingga mereka tidak lagi merasa terganggu dengan konten atau iklan yang tidak relevan. Harapan akhirnya, mereka tertarik untuk bertransaksi kembali.
Meski belum tahu kapan, tentu saja kita menginginkan pandemi segera berlalu. Menyiasati itu, sebaiknya para pelaku bisnis mulai mengadopsi strategi marketing baru yang menguntungkan pada saat ini. Sehingga langkah tersebut bukan saja bisa berguna untuk masa sekarang, namun juga masa-masa mendatang.
(est)