LANGIT7.ID, Jakarta - Komunitas ini mendekatkan diri ke Allah dengan media musik dan lirik lagi. Hal ini mengacu budaya tasawuf atau sufisme yang menjadi bagian dari khasanah budaya.
Hadirnya nilai sufisme tidak hanya dapat ditelusuri pada kesenian tradisional, tetapi juga melalui ekspersi seni abad ke-21 para musisi menuangkannya lewat lirik-lirik lagu.
Dalam rangka menggali khasanah tasawuf dalam kesenian musik, PP Mahasiswa Ahlith-Thoriqoh al Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) bersama Komunitas Musisi Mengaji (Komuji) menyelenggarakan Matan Music Bless.
Kegiatan bertajuk 'Khazanah Serta Nilai Sufisme dalam Perkembangan Sosial Dan Budaya Populer'. Matan Music Bless terselenggara virtual pada Rabu (29/9/2021) kemarin.
"Dalam prosesnya, para sufi ini mendekatkaan diri pada sang khalik tak jarang di antara mereka menggunakan musik sebagai sarana mendekatkan diri dan mensucikan rohani," ujar Plt Ketua Umum PP Matan, Dr Hasan Chabibie.
Mereka biasa menggunakan tarian, syair, musik-musik dan instrumen musikalisasi lainnya tiada lain tiada bukan utnuk bisa meningkatkan nuasna ilahiah.
Gus Hasan mencontohkan bagaimana Sunan Kalijaga yang melahirkan banyak sekali tembang. Lalu di era kekinian Rais Aam Jatman, Habib Luthfi bin Yahya pun memainkan instumen musik sebagai sarana dakwah dan mendekatkan diri kepada Allah.
"Pada akhirnya hubungan antara tasawuf seorang sufi dan musik sebagai instrumen dakwah menjadi bagian sejarah yang tak dapat dipisahkan dalam perjalannya," katanya.
Matan Music Bless menghadirkan Habib Husein Ja'far Al-Hadar, Asep Salahudin (penulis dan cendikiawan muslim) dan Kalis Mardiasih (penulis dan aktivis perempuan muslim).
Acara tersebut dibuka oleh Plt Ketua Umum Pengurus Pusat MATAN Hasan Chabibie. Acara juga dihadiri Kholil Mahmud (vokalis Efek Rumah Kaca), Dewi Gita, Panji Sakti (song writer, composer dan penyanyi) dan Recvolable.
Founder Komuji Indonesia Eggy Fauzi, keragaman latar belakang pembicara yang berasal dari kalangan akademisi, cendikiawan, aktivis sosial dan praktisi kebudayaan (seniman) melahirkan perbincangan yang kaya akan perskpektif dan ketajaman kajian.
"Tasawuf atau nilai-nilai sufisme tidak hanya bisa dilacak pengaruhnya pada ragam kesenian tradisional seperti seni debus, tari Seudati atau wayang saja, tapi juga dapat dirasakan kehadirannya dalam berbagai ekspresi seni di abad 21 kini," ujar Eggy.
(bal)