Cerita Ustadz Hidayat, Menumpang Hidup di Kaki Gunung demi Dakwah
fajar adhityaSelasa, 05 Oktober 2021 - 06:55 WIB
Cerita Ustadz Hidayat menumpang hidup di kaki gunung demi dakwah. (Foto: ACT).
LANGIT7.ID, Jakarta - Cerita Ustadz Hidayat dalam menyebarkan Islam di kawasan pelosok terdengar memprihatinkan. Perjuangan dai di kaki Pegunungan Meratus ini jadi inspirasi positif.
Muhammad Hidayat setiap harinya mengajar di pondok pesantren Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berada di kaki gunung.
Wilayah tersebut memiliki medan yang cukup terjal. Sementara perekonomiann para dai juga masih jauh dari cukup, sehingga perlu solusi agar dakwah tidak tekendala akses.
"Tempat tinggal menumpang di pondok, maupun di tempat mengabdi," kata Ustadz Hidayat.
Namun ini tidak menghambat perjuangan Ustadz Hidayat dan para dai lainnya untuk berdakwah. Tujuan mereka untuk menyebarluaskan wawasan dan akidah Islam.
"Saya tetap berdakwah hingga di pelosok ini karena mencari keridaan Allah dan berbagi pengetahuan agama kepada masyarakat di sini," ujarnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”