LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan instruksi secara resmi kepada seluruh jajaran NU di daerah, sebagai langkah menyikapi situasi saat ini.
Di tengah dinamika
unjuk rasa yang terjadi sejak Senin 25 Agustus lalu, PBNU mengirim surat instruksi yang diteken pada 30 Agustus 2025 di Jakarta, ditujukan kepada seluruh
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia.
Ketua Umum PBNU,
KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa NU berkomitmen menjaga kondusivitas dan stabilitas kehidupan berbangsa. NU, katanya, harus hadir sebagai peneduh, bukan pemicu kegaduhan.
Lebih lanjut melalui surat instruksi dengan nomor 4381/PB.01/A.II.08.47/99/08/2025 tersebut tertulis lima poin penting yang harus dilakukan seluruh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama. Hal ini demi turut menjaga kondusivitas dan stabilitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Diantaranya, yaitu meneguhkan loyalitas kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menghindarkan diri dari tindakan pengrusakan yang berpotensi mengganggu masyarakat.
Berikut lima poin penting yang menjadi instruksi:1. Meneguhkan kepercayaan dan loyalitas kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud komitmen kebangsaan Nahdlatul Ulama.
2. Melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta semua pihak terkait dalam rangka meredakan masalah dan membangun situasi kondusif di wilayah maisng-masing.
3. Melaksanakan konsolidasi internal organisasi guna memastikan seluruh jaringan jam'iyah tetap teguh menegakkan disiplin organisasi serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menimbulkan kegaduhan.
4. Memerintahkan kepada segenap jajaran kepengurusan, kader, dan warga Nahdlatul Ulama untuk menghindarkan diri dari segala bentuk tindakan pengrusakan dan perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
5. Memperbanyak istighatsah baik secara bersama-sama maupun perorangan untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan-Nya.
(lsi)