LANGIT7.ID, Makassar - Ada pesan khusus Panglima ABRI Jenderal M Jusuf sebelum wafat. Dia mau takmir Masjid Al Markaz tidak menyematkan namanya sebelum waktunya tiba, ketika harus diabadikan.
Hal ini disampaikan Jusuf Kalla ketika bercerita sejarah masjid yang jadi salah satu ikon di Kota Makassar tersebut.
Jusuf Kalla menceritakan, pada awalnya masjid yang dibangun tersebut diberi nama Islamic Center. Tetapi, menurutnya nama itu tidak cocok.
Jusuf Kalla lalu berkonsultasi ke Quraish shihab dan Nurchalis Madjid dan jadilah nama yang seperti sekarang ini.
"Markas itu sudah jadi bahasa Indonesia kan, (markaz) itu artinya pusat tentara. Islamic Center bahasa inggrisnya, artinya ini pusat pengembangan Islam lah."
Sejak akhir Desember 2005, melalui rapat pengurus Yayasan Islamic Center di Jakarta, disepakatilah nama Al Markaz Al lslami Jenderal M Jusuf.
Nama ini merupakan penghargaan terhadap Jenderal Muhammad Jusuf sebagai pencetus. Namun, kala itu M Jusuf meminta kepada pengurus agar tidak menggunakan namanya, kecuali jika 'waktunya sudah tepat'.
Maka para pengurus menafsirkan bahwa M Jusuf tidak menolak namun meminta penyematan nama tersebut dilakukan setelah beliau tiada.
Hingga kini nama Al-Markaz Al-Islami itu tetap dipertahankan dan akan dilengkapi dengan nama pencetus dan pendirinya, yakni Jenderal M Jusuf.
Dengan demikian, masjid ini secara lengkap akan bernama Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M Jusuf.
(bal)