LANGIT7.ID, Ternate - Muslim di Indonesia memiliki tradisi unik arak-arakan kubah masjid. Tradisi ini digelar dalam proses pembangunan masjid yang menandakan proses konstruksi telah sempurna dan dapat digunakan untuk beribadah.
Seperti yang sedang dirayakan masyarakat di Dusun Ani Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kubah besar dibungkus kain putih lalu diarak mengelilingi pemukiman sebelum dipasang di bagian atap Masjid Al Muhajirin.
Sebelum dipasang, kubah ini diarak oleh ribuan warga dan jamaah dengan pakaian serba putih diiringi lantunan takbir dan shalawat. Setelah diarak kubah diangkat ke atas masjid dengan disertai adzan.
Arak-arakan kubah masjid ini merupakan budaya umat Islam di Maluku. Kubah yang telah terpasang merupakan tanda bahwa pembangunan masjid itu telah rampung dan dapat di gunakan untuk sarana ibadah.
Bupati Seram Bagian Barat, Timotius Akerina mengatakan, membangun masjid hendaknya tidak hanya fokus pada konstruksi fisik semata. Lebih dari itu, masjid harus bisa menjadi sumber mata air spiritual bagi jamaahnya.
“Namun lebih dari pada itu harus juga di sertakan dengan nilai spritual ajaran agama yang terkandung dalam sebuah keyakinan umat Islam untuk terus mengamalkan ajaran agama,”. tutur Akerina dilansir reportasemaluku, Selasa (5/10/2021).
Dalam tradisi muslim Jawa, arak-arakan masjid dikenal dengan sebutan Ngarak Mustoko. Tak hanya dalam pembangunan masjid, arak-arakan kubah juga biasa digelar dalam proses penggantian kubah lama dan pembangunan mushalla.
Selain sebagai tradisi, arak-arakan kubah juga bertujuan sebagai syiar agama Islam serta mengajak masyarakat mencintai masjid. Dengan adanya tradisi arak-arakan kubah diharapkan masyarakat lebih sering shalat berjamaah di masjid.
Arak-arakan kubah masjid biasanya dimeriahkan dengan penampilan kesenian tari, penampilan musik daerah, dan atraksi seni lainnya. Kubah diarak oleh anak-anak muda mengelilingi desa dan didoakan agar masjid yang telah dibangun memberi berkah bagi warga sekitarnya.
(bal)