LANGIT7.ID - Pada pertengahan tahun 1300 Masehi, seorang Kaisar Pendiri Dinasti Ming di Tiongkok menulis puisi yang terdiri dari 100 karakter huruf hanzi mandarin untuk memuji Islam.
Puisi 100 karakter atau dalam bahasa mandarin disebut sebagai baizizan tersebut memuji Islam dan nabi Muhammad. Puisi kuno ini menjadi pengingat penting tentang betapa luasnya keindahan Islam hadir secara historis di daratan Tiongkok.
Kaisar Hongwu memerintah dari tahun 1368 hingga 1398. Lahir dengan nama Zhu Yuanzhang, Kaisar Hongwu naik ke tampuk kekuasaan setelah memimpin kekuatan yang mengakhiri Dinasti Yuan pimpinan Mongol yang telah lama berdiri, yang memerintah Tiongkok dari tahun 1279 hingga 1368.
Setelah menetapkan dirinya sebagai Kaisar Dinasti Ming yang baru, Kaisar Hongwu mengklaim ibu kota Yuan kuno, Khanbaliq, sebagai ibu kota baru kekaisaran. Khanbaliq sekarang dikenal sebagai Beijing.
Pemerintahan Kaisar Hongwu melakukan perubahan revolusioner dalam banyak hal. Diantaranya ia mendorong pembukaan lahan pertanian baru di seluruh Tiongkok, mengurangi pajak, menindak korupsi dan menetapkan undang-undang baru yang melindungi hak-hak petani. Dia juga secara khusus melarang perbudakan dan mendistribusikan kembali tanah yang dimiliki oleh bangsawan ke tingkat masyarakat yang lebih miskin. Kaisar Hongwu juga disebut membangun masjid di Xijing dan Nanjing, serta di Yunnan, Fujian, dan Guangdong di wilayah selatan Cina.
Puisi Seratus karakternya, yang memuji Islam dan Nabi Muhammad menjadi salah satu bukti otentik tentang penyebaran Islam selama abad pertengahan, terutama di Tiongkok.
Berikut puisi tersebut dalam bahasa Mandarin:
“乾坤初始,天籍注名。傳教大聖,降生西域。授受天經,三十部冊,普化眾生。億兆君師,萬聖領袖。協助天運,保庇國民. 五 時 祈 祐, 默 祝太平. 存心 真主, 加 志 窮 民. 拯救 患難, 洞徹 幽冥. 超拔 靈魂, 脱離 罪 業. 仁 覆 天下, 道 冠 古今. 降 邪 歸 一, 教 名 清真. 穆罕默德, ”《百字讚》
Berikut terjemahannya:
Sejak penciptaan alam semesta,Tuhan telah menunjuk orang yang berdakwah,Dari Barat ia lahir,Dan menerima kitab suciDan buku yang terdiri dari 30 bagian (Juz)Untuk membimbing semua ciptaan,Tuan dari semua penguasa,Pemimpin orang-orang suci,Dengan dukungan dari Surga,Untuk melindungi bangsanya,Dengan shalat lima waktu,Diam-diam mengharapkan kedamaian,Hatinya tertuju kepada Allah,Memberi kekuatan kepada orang miskin,Menyelamatkan mereka dari bencana,Melihat melalui yang gaib,Menarik jiwa dan roh jauh dari semua kesalahan,Rahmat untuk dunia,Melintasi yang kuno,Jalan agung melenyapkan segala kejahatan,agama-Nya Murni dan Benar,Muhammad,Yang Maha Mulia. Saat ini, beberapa salinan puisi tersebut dipajang di masjid-masjid di Nanjing, Tiongkok, sebagai pengingat penting akan pengaruh Islam bahkan hingga pelosok Tiongkok selama awal Dinasti Ming.
(jqf)