LANGIT7.ID - - Putra Mahkota Arab Saudi
Mohammed bin Salman mengumumkan peluncuran proyek pengembangan multifungsi transformatif di Mekkah. Proyek pembangunan tersebut dinamakan
"King Salman Gate".
Pembangun tersebut akan mencakup 12 juta meter persegi yang terletak di sebelah
Masjidil Haram. Proyek King Salman Gate akan meningkatkan kualitas layanan yang sejalan dengan tujuan Program Pengalaman Jamaah.
Baca juga: Megaproyek NEOM: Melihat Langsung Pembangunan Kota THE LINE di Arab Saudi yang Mengubah Padang PasirKawasan pengembangan terpadu ini akan menawarkan berbagai fasilitas seperti hunian, perhotelan, komersial, dan budaya dengan kapasitas sekitar 900.000 ruang salat di dalam dan luar ruangan.
Proyek ini juga akan memulihkan dan mengembangkan sekitar 19.000 meter persegi situs warisan dan sejarah Makkah.
Rencana proyek ini kemudian memicu beragam opini di kalangan pengguna media sosial, seperti dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (18/10/2025).
Sebagian pihak menilai
King Salman Gate sebagai upaya mengakomodasi jamaah haji dan umrah.
"Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak langkah berani yang menegaskan kembali komitmen suci Kerajaan, sebagai Penjaga Dua Masjid Suci, untuk melayani para jemaah dan memperkaya perjalanan mereka," tulis seorang pengguna Saudi X.
Namun, banyak pihak yang mengkritik proyek tersebut dengan alasan dapat mengaburkan kedalaman spiritual kota suci dengan tampilan arsitekturnya yang gemerlap.
Baca juga: Pendanaan Anjlok, Saudi Dekati Tiongkok Agar Bantu Danai Megaproyek NEOM“Bagaimana sebuah proyek yang alih-alih berfokus pada kemewahan pengalaman sakral melalui budaya materialisasi yang megah... proyek ini lebih berfokus pada pengembangan pengalaman langsung yang nyaman akan sakral apa adanya, memaksimalkan keagungan sakral intrinsiknya sendiri, yang juga dapat diakses secara merata oleh semua kelas ekonomi,” tulis seorang pengguna X.
"Segalanya hanya untuk mengalihkan perhatian Anda dari tujuan utama pergi ke sana," tulis pengguna lain.
Yang lain menanggapi, "Jika saya beruntung diundang umrah atau haji, saya tidak akan pernah bisa melihat ke atas. Ini akan sangat mengganggu. Bayangkan berapa banyak orang yang akan berhenti untuk berfoto alih-alih berfokus pada kesakralan tempat itu."
Pengguna lain berpendapat bahwa proyek tersebut tampaknya semakin menyasar orang kaya, sehingga semakin sulit diakses oleh masyarakat miskin dan kelas menengah.
"Al Saud mengubah tempat-tempat suci itu menjadi semacam Las Vegas," tulis yang lain.
Sementara warganet lain menilai kritik tersebut tidak berdasar, dengan mengatakan bahwa proyek di kota sepenting itu seharusnya dirayakan.
Baca juga: 21 Ribu Pekerja Tewas dalam Pembangunan Megaproyek 'The Line' Arab Saudi, 100 Ribu Orang Hilang(est)