Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 07 Desember 2025
home global news detail berita

CDCC Gelar World Peace Forum ke-9: Angkat Tema Kolaborasi Wasathiyat Islam dan Tionghoa untuk Perdamaian Dunia

nabil Kamis, 06 November 2025 - 15:48 WIB
CDCC Gelar World Peace Forum ke-9: Angkat Tema Kolaborasi Wasathiyat Islam dan Tionghoa untuk Perdamaian Dunia
LANGIT7.ID–Jakarta; Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) akan menyelenggarakan The Ninth World Peace Forum (WPF) pada 9–11 November 2025 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Forum dua tahunan ini mengusung tema “Considering Wasathiyat Islam and Tionghoa for Global Collaboration” yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas peradaban untuk mewujudkan perdamaian dunia.

Ketua CDCC sekaligus Chairman of Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam (GFWI), Prof. Dr. M. Din Syamsudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi empat lembaga internasional, yaitu CDCC, Cheng Hoo Multicultural Education Trust dari Kuala Lumpur, Muhammadiyah, serta Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam.

“Forum ini sudah kami selenggarakan sejak 2006, dan tahun ini memasuki edisi kesembilan. Lebih dari 170 peserta dari 24 negara telah mengonfirmasi hadir,” ujar Prof. Din Syamsudin di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Prof. Din menambahkan bahwa sejak pertama kali digelar pada tahun 2006, World Peace Forum selalu berpegang pada tema besar “One Humanity, One Destiny, One Responsibility” yang menegaskan kesatuan nasib dan tanggung jawab seluruh umat manusia. Namun pada penyelenggaraan tahun ini, forum tersebut menghadirkan dimensi baru dengan mengangkat nilai-nilai Wasathiyat Islam dan filosofi Tionghoa. Keduanya, menurutnya, sama-sama menekankan pentingnya keseimbangan, semangat kerja sama, serta cita-cita untuk mewujudkan kemakmuran bersama bagi seluruh umat manusia.


Tokoh Dunia Hadir di Jakarta


WPF ke-9 akan dibuka secara simbolis di Gedung MPR/DPR/DPD RI Senayan oleh tiga perwakilan lembaga tinggi negara: MPR, DPR, dan DPD RI. Acara pembukaan dilanjutkan dengan sesi World Leaders Panel yang menghadirkan tokoh-tokoh dunia dari berbagai negara.

“Ada mantan Perdana Menteri Jepang, Mr. Yoshihiko Noda, yang akan berbicara secara daring. Kemudian Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, yang juga penerima Nobel Perdamaian, akan hadir langsung di Jakarta,” ujar Prof. Din.

Selain menghadirkan tokoh politik dan pemimpin negara, forum ini juga diwarnai kehadiran berbagai figur penting lintas budaya dan keagamaan. Dari Thailand, Menteri Kebudayaan Sabida Thaiset dijadwalkan hadir sebagai satu-satunya menteri muslim di kabinetnya. Forum ini juga akan diikuti oleh Syekh Abbas Shuman, mantan Wakil Syekh Al-Azhar asal Mesir, serta sejumlah tokoh berpengaruh dari Rusia, Iran, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Pada forum ini, Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta akan menerima penghargaan The Benevolent Award, sebuah penghargaan perdamaian bergengsi yang sebelumnya pernah diberikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Pangeran Andrew di forum dunia lain.


Kolaborasi Wasathiyat Islam dan Nilai Tionghoa


Forum ini juga menyoroti relevansi nilai-nilai Wasathiyat Islam (jalan tengah dalam Islam) dengan filosofi Tionghoa. Menurut Prof. Din, kedua pandangan tersebut sama-sama menekankan keseimbangan, kemoderatan, dan harmoni sosial.

“Dalam budaya Tionghoa, kata ‘Tiongh’ berarti bekerja sama secara moderat, sementara ‘Hua’ bermakna mewujudkan kemakmuran bersama. Ini sejalan dengan semangat Wasathiyat Islam yang menolak ekstremisme dan menekankan keadilan,” jelasnya.

“Karena itu, kami ingin mempertemukan dua pemikiran besar ini agar bisa menjadi dasar kolaborasi global,” tambah Din.


Partisipasi Muhammadiyah dan Agenda Pendukung


Sebagai mitra penyelenggara, Muhammadiyah berperan penting melalui Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI). Ketua PP Muhammadiyah sekaligus anggota Steering Committee WPF, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, menegaskan pentingnya semangat Wasathiyat Islam dalam memperkuat perdamaian lintas agama dan budaya.

“Gerakan wasatiah ini tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus bergandengan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan dari agama maupun budaya lain,” ujar Syafiq.

Ia menambahkan, “Dalam forum ini juga akan ada sesi khusus untuk Muhammadiyah, seperti pembahasan aksi kemanusiaan di Palestina dan jejaring internasional Muhammadiyah yang sudah tersebar di 30 negara.”

Selain sesi utama, World Peace Forum ke-9 juga akan menghadirkan tiga kegiatan pendamping yang memperkaya agenda diskusi perdamaian dunia. Kegiatan pertama adalah sidang Dewan Penasihat Internasional Global Fulcrum of Wasathiyat Islam (GFWI), yang diikuti oleh 17 ulama dan cendekiawan dari berbagai negara. Sidang ini akan membahas arah strategis penguatan peran ulama dan intelektual muslim dalam membangun dialog lintas peradaban.

Kegiatan kedua adalah Global Forum of Muslim Women, forum internasional yang mempertemukan tokoh perempuan muslim dari berbagai negara. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat peran perempuan dalam gerakan perdamaian global serta membentuk jaringan kerja sama lintas negara di bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

Sementara itu, kegiatan ketiga bertajuk Muhammadiyah International Networking Meeting, yang akan mempertemukan perwakilan organisasi Muhammadiyah dari luar negeri. Pertemuan ini bertujuan mempererat kolaborasi global antarorganisasi Muhammadiyah di berbagai negara dan memperluas peran dakwah serta kemanusiaan di tingkat internasional.

Acara akan ditutup dengan farewell dinner oleh Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung, serta sesi khusus penganugerahan penghargaan bagi tokoh perdamaian dunia.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 07 Desember 2025
Imsak
03:58
Shubuh
04:08
Dhuhur
11:48
Ashar
15:13
Maghrib
18:01
Isya
19:17
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan