LANGIT7.ID, Yogyakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengapresiasi pagelaran seni budaya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang menjadi puncak acara ulang tahun Kota Yogyakarta ke-265.
Sandiaga mengatakan bahwa event yang sudah berlangsung ke-6 kali itu tidak kalah dengan event atau karnaval kelas dunia. Ajang itu juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Gudeg.
"Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ini kita apresiasi lantaran diikuti beberapa pelaku seni dari 14 Kecamatan atau Kemantren di Kota Yogyakarta yang berhasil mengorkestrasi penampilan sekelas parade karnaval di New Orleans, Amerika Serikat," kata Sandiaga saat membuka gelaran WJNC di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Kamis (7/10/) malam.
Baca juga:
Expo 2020 Dubai Berpotensi Dongkrak Sektor Pariwisata IndonesiaSandiaga mengungkapkan event yang bertajuk Semar Boyong itu menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan terbaik yang dimiliki pariwisata Indonesia yaitu Kharisma Event Nusantara (KEN). Sebelum pandemi, kegiatan ini terpusat di satu tempat dan saat ini semakin berinovasi.
Menurutnya, pelaksaan event tersebut semata-mata untuk membangkitkan gairah kota Yogyakarta sebagai salah satu tujuan utama destinasi pariwisata di Indonesia. Terlebih, sejak pandemi Covid-19 mewabah, semua sektor pariwisata terkena dampaknya, tak terkecuali kota Yogyakarta.
"Harus diapresiasi, apalagi Kota Yogyakarta sangat serius dalam upaya recovery. Dengan menuntaskan vaksinasi, itu menjadi momentum kebangkitan dan pengembangan pariwisata," ujar Menparekraf.
Baca juga:
Dieng Kulon Masuk 50 Besar ADWI, Ini Harapan SandiagaDalam kesempatan itu, Sandiaga juga mengapresiasi peluncuran city branding dari Kota Yogyakarta, yaitu YK (Yogya Keren). Ia berharap brand tersebut bisa memiliki brand value yang baik dan tidak kalah dengan kota-kota yang ada di dunia seperti New York dan Paris.
"YK the city of creative bisa kita promosi dan sosialisasikan agar kelasnya bisa mendunia, tidak kalah dengan New York the city that never sleep atau Paris the city of love. Ini adalah awal kebangkitan parekraf dan ditandai dengan peluncuran YK," jelasnya.
(sof)