Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home masjid detail berita

Quraish Shihab Tekankan Toleransi sebagai Kunci Memahami Perbedaan Tafsir Al-Quran

tim langit 7 Kamis, 20 November 2025 - 15:29 WIB
Quraish Shihab Tekankan Toleransi sebagai Kunci Memahami Perbedaan Tafsir Al-Quran
LANGIT7.ID-Jakarta; Cendekiawan Muslim M. Quraish Shihab mengungkapkan, toleransi merupakan prinsip mendasar dalam memahami perbedaan tafsir Al-Qur'an. Hal itu ia sampaikan pada kegiatan Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an: Uji Publik Hasil Penyempurnaan Tafsir Al-Qur'an yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (19/11).

Prof. Quraish Shihab menjelaskan, bahasa Al-Qur’an memiliki keluasan makna sehingga satu akar kata dapat memunculkan berbagai penafsiran. Karena itu, kehati-hatian menjadi syarat utama dalam membaca dan memahami ayat suci.

“Di sini saya ingin kita berhati-hati dalam menerjemahkan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Satu kata yang akarnya sama bisa mempunyai makna yang berbeda,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

Ia menyebut, perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Tuhan dan harus dipahami sebagai fondasi untuk menjaga kerukunan. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan yang menggerakkan kehidupan dan bukan sesuatu yang perlu diseragamkan.

“Kita harus yakin benar bahwa Tuhan mau kita berbeda. Jangan paksa mempersamakan. Kita memang berbeda, dan melalui perbedaan itu kita maju,” ucapnya.

Dalam konteks penafsiran, Prof. Quraish Shihab menekankan pentingnya menemukan titik temu atau prinsip dasar yang tetap sama meskipun praktik atau sudut pandangnya dapat bervariasi. Titik temu tersebut, katanya, menjadi landasan bagi koeksistensi dalam masyarakat.

Ia mencontohkan nilai ketuhanan yang dianut bangsa Indonesia sebagai prinsip yang mampu menyatukan keragaman. “Itulah kita di Indonesia, Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu titik temu kita. Itu titik akhir kita,” jelasnya.

Prof. Quraish Shihab juga menekankan bahwa perbedaan tafsir tidak seharusnya menjadi sumber pertentangan. Dialog menjadi cara terbaik ketika tidak ditemukan kesepahaman, sehingga perbedaan dapat menjadi ruang saling belajar.

“Setelah berdiskusi, wa jadilhum bil-lati hiya ahsan. Bukan sekadar berdebat, tetapi berlatih dengan cara yang terbaik,” katanya.

Menurutnya, Al-Qur’an sendiri memberikan kerangka etis dalam merespons perbedaan. Jika titik temu tetap tidak tercapai, manusia tetap diperintahkan untuk hidup berdampingan dan menyadari bahwa hanya Tuhan yang mengetahui siapa yang berada di jalan kebenaran.

Menutup paparannya, Prof. Quraish Shihab mengungkapkan bahwa toleransi dalam tafsir bukan bentuk relativisme, melainkan sikap ilmiah yang menghargai perbedaan metode, pengetahuan, dan latar belakang pembacanya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)