Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Sejarah Maulid Nabi, Kecintaan kepada Rasulullah yang Penuh Makna

fajar adhitya Sabtu, 09 Oktober 2021 - 11:50 WIB
Sejarah Maulid Nabi, Kecintaan kepada Rasulullah yang Penuh Makna
Sejarah Maulid Nabi. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Sejarah maulid Nabi pertama memiliki beberapa versi, ada yang bilang dari Mesir dan pendapat lainnya berasal dari Irak, bahkan Madinah. Budaya itu memang bukan dari Rasul.

Menurut Mochammad Yunus dalam 'Peringatan Maulid Nabi' (2019) menuliskan, pendapat pertama berasal diinisiasi Mu'iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada 341 Hijriyah.

Ketika itu Maulid Nabi sempat dilarang pada masa Al Afdhal bin Amir al-Juyusy, perdana menteri khalifah Al-Musta'ali Dinasti Fathimiyah. Namun kembali marak pada masa Abu Ali al-Mansur ibn al-Musta'li di tahun 524 Hijriyah.

Pendapat kedua tradisi maulid merujuk kepada Abu Said Muzhaffar Kukabri, gubernur Irbil di Irak pada tahun 630 Hijriah yang mengadakan acara besar-besaran. Saat itu negara tersebut sedang diinvasi pasukan Jengiz Khan dari Mongol.

Untuk menghadapi ancaman itu, Muzhaffar mengadakan Maulid Nabi selama 7 hari. Dia mengundang para ulama, ahli tasawuf, ilmuwan, dan seluruh rakyatnya. Semua tamu dijamu dengan hidangan makanan, berbagi hadiah, dan bersedekah kepada fakir miskin.

Sementara menurut Ahmad Tsauri dalam Sejarah Maulid Nabi (2015), tradisi Maulid Nabi telah ada sejak abad kedua hijriah. Tsauri menulis, berdasarkan catatan Nuruddin Ali dalam kitabnya Wafa'ul Wafa bi Akhbari Daril Musthafa.

Dikatakan bahwa Khaizuran, ibu Amirul Mukminin Musa Al Hadi dan Ar Rasyid, datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan Maulid Nabi di Masjid Nabawi.

Dia kemudian ke Makkah dan memerintahkan agar penduduknya menyelenggarakan Maulid Nabi di rumah-rumah mereka. Khaizuran merupakan sosok yang berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti 'Abbāsiyyah, masa pemerintahkan Khalifah Al Mahdi bin Manshur Al Abbas, Khalifah Al Hadi, dan Khalifah Ar Rasyid.

Secara istilah maulid berasal dari akar kata Walada-Yalidu-Wiladan yang artinya kelahiran. Dalam khasanah Islam, maulid merujuk pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad,

Rasulullah lahir pada 12 Rabiul Awal. Di Indonesia, perayaan maulid nabi disahkan oleh negara sebagai hari besar dan hari libur nasional.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad diselenggarakan setiap bulan atau bahkan setiap pekan di pondok-pondok pesantren, majelis-majelis taklim, masjid, mushalla, hingga rumah warga.

Komunitas Muslim yang merayakan maulid membaca sirah atau riwayat hidup Nabi Muhammad, dalam bentuk prosa dengan cara berganti-ganti yang disertai shalawat dan qasidah.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)