LANGIT7.ID-Surabaya; Keriuhan di tubuh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) masih belum reda. Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf masih merasa sebagai Ketum PBNU yang sah sehingga berani bertindak membuat keputusan organisasi dengan menggeser posisi Gus Ipul ( Syaefullah Yusuf) dari posisi Sekjen. Namun, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dengan tegas menyatakan status Gus Yahya sudah tidak lagi Ketum PBNU.
Menyikapi keriuhan ini, pimpinan PBNU mengambil langkah dengan membentuk tim pencari fakta. Langkah ini diumumkan usai silaturahmi antara Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dengan jajaran Syuriah PBNU dan perwakilan 36 PWNU di Surabaya, Sabtu (29/11).
Tim tersebut akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai informasi dan opini yang beredar di masyarakat, termasuk di media arus utama dan media sosial. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kejelasan dan kesahihan data.
“Kami akan menugaskan tim pencari fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam,” ujar Miftach.
Dua Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, ditunjuk untuk memimpin tim ini.
Sebagai bagian dari upaya memuluskan tugas tim, sistem digitalisasi data dan layanan Digdaya PBNU di tingkat pusat untuk sementara ditangguhkan hingga proses investigasi selesai. Namun, implementasinya di tingkat wilayah dan cabang tetap berjalan seperti biasa.
Dalam kesempatan itu, Rais Aam juga mengingatkan seluruh warga NU untuk senantiasa mengutamakan kepentingan bersama, menjaga akhlak mulia, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Sebagai ikhtiar batin, seluruh jamaah NU diajak untuk memperbanyak doa memohon jalan keluar terbaik bagi organisasi.
Konfirmasi Status PimpinanDalam pertemuan yang sama, Rais Aam PBNU menegaskan bahwa status Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU telah berakhir sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Dengan demikian, Gus Yahya dinyatakan tidak lagi memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut Ketua Umum.
“Keputusan Syuriah PBNU ini bersifat final,” tegas Miftach.
Penegasan ini disampaikan menyusul tindakan Gus Yahya yang sebelumnya masih melakukan rapat harian Tanfidziyah dan mencopot Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari posisi Sekretaris Jenderal PBNU.
Untuk memastikan kelangsungan roda organisasi, PBNU berencana segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.(*/saf)
(lam)