LANGIT7.ID-, Aceh - Pro dan kontra terkait bantuan luar negeri terhadap korban
bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh ditanggapi oleh
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Menurutnya, bantuan dari luar negeri merupakan hal yang sah-sah saja dan tidak ada larangan demi penanganan pascabencana di
Aceh.
"Lagipula masih banyak kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban banjir dan longsor di Aceh," katanya kepada awak media, dikutip dari akun resmi Gubernur Mualem,
@muzakirmanaf1964, Selasa (9/12/2025).
Ia memberi contoh mengenai bantuan dari Malaysia yakni dari kenalan Gubernur berupa bantuan obat-obatan. Semuanya kini telah disalurkan untuk membantu warga korban terdampak banjir dan longsor di Aceh.
"Tersalurkan semuanya bahkan tidak cukup, dan mereka bahkan dalam beberapa hari ini, hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak 3 ton lagi, bersamaan dengan dokter," katanya.
Baca juga: Kapolda Aceh Sebut Kondisi Aceh Tamiang Sangat MemprihatinkanIa juga menambahkan bahwa masih banyak yang kurang dan dibutuhkan korban bencana seperti misalnya tenaga medis. Untuk secepatnya dokter maupun calon dokter akan segera ditempatkan di sana.
Sementara itu, bantuan dari China yaitu didatangkannya tim pendeteksi mayat dari China dan mereka saat ini sudah berada di lapangan untuk mengevakuasi jenazah tertimbun lumpur.
"Ya, mereka sedang evakuasi sekarang di tempat-tempat yang berat terkena banjir. Sedang mengevakuasi mayat-mayat tertanam dengan lumpur. Itu pekerjaan mereka, tugas mereka datang ke mari. Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM," ujarnya.
Kedatangan mereka juga tidak dipersulit, meski sebelumnya Mualem mengakui sempat menerima kabar adanya dugaan intervensi terkait kedatangan mereka.
"Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja," tutur Gubernur Aceh itu.
Baca juga: Kementerian Komdigi: Starlink di Wilayah Banjir Aceh, Gratis dan Tidak DiperjualbelikanSaat rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (7/12) lalu, Mualem menyampaikan beberapa kebutuhan paling mendesak yang harus segera diintervensi oleh pemerintah pusat.
"Paling urgent sekarang adalah masalah kesehatan. Kebutuhan obat-obatan harus segera dipenuhi karena sudah mulai terjadi gatal-gatal di kalangan pengungsi," terangnya. Selain itu, pengungsi juga sangat membutuhkan pakaian. Sebab, pakaian mereka saat ini hanya yang tersisa di badan. Begitu pula dengan kebutuhan alat ibadah.
"Terakhir, pasokan gas 3 kilogram sangat mendesak untuk kebutuhan memasak di dapur umum," pungkas Mualem.
(lsi)