LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sindirin soal donasi bencana
banjir Sumatera dilontarkan Anggota Komisi I DPR RI,
Endipat Wijaya dan disinyalir itu tertuju kepada konten kreator
Ferry Irwandi. Mendengar hal tersebut, Ferry mengaku tidak marah dan sudah memaafkannya.
Melalui akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, ia menyatakan dirinya sama sekali tidak merasakan amarah atau kesal atas sindiran tersebut, justru merasa sangat didukung oleh publik.
"Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal, berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti, gak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini, makasih ya semua," tulis Ferry, dikutip Kamis (11/12/2025).
Ferry menambahkan, sang anggota dewan pun sudah mengubunginya via telepon dan menyatakan permintaan maaf. Ferry pun langsung menerimanya dengan baik.
"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang," ucapnya.
Pada kesempatan itu juga, Ferry mengatakan bahwa ia turut menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak dari warga terdampak di lapangan kepada Endipat.
"Saya juga udah sampaikan beberapa
concern dan kebutuhan masyarakat di lapangan dan beliau menerima. Jadi yasudah buat yang nanya respons saya, itu aja nya hahahaha..," imbuhnya.
Baca juga: Tak Mau Fokus Pada Status Bencana Nasional, Gubernur Aceh: Saya Hanya Berusaha dan BerdoaSebelumnya, Endipat menjadi sorotan usai melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas diucapkan seorang anggota dewan, saat rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di ruang rapat Komisi I DPR, Senin (8/12).
Ia menyindir para relawan yang membantu korban bencana banjir Sumatera seakan sudah paling besar bantuannya dibandingkan dengan upaya pemerintah yang telah hadir sejak awal, di wilayah bencana.
Kemudian ucapan tersebut ramai dan menuai kecaman publik serta diduga menyindir Ferry Irwandi. Sebab dalam pernyatannya, Endipat menyebutkan nominal donasi Rp10 miliar. Seperti diketahui, Ferry sendiri berhasil mengumpulkan donasi dari masyarakat Indonesia sebesar Rp10 miliar.
Tak ingin masalah makin berlarut, Endipat pun mengklarifikasinya. Menurut dia, pernyataannya tersebut bukan ditujukan kepada relawan atau donatur yang membantu korban bencana Sumatera, tapi kinerja Komdigi dalam hal publikasi dan penyebaran informasi.
Baca juga: Peringatan Keras Gubernur Aceh ke Pedagang yang Naikkan Harga Sembako, Bakal Ditindak HukumEndipat memandang, muncul persepsi keliru di media sosial disebabkan oleh ketimpangan informasi. Bantuan relawan cepat viral, sementara kerja-kerja besar negara justru jarang terlihat. Padahal, pemerintah telah mengerahkan anggaran triliunan rupiah, ribuan personel, posko evakuasi, logistik, dan berbagai upaya pemulihan untuk korban bencana.
"Yang saya soroti adalah lemahnya komunikasi publik. Negara bekerja besar, tetapi tidak banyak diberitakan. Akibatnya, masyarakat hanya melihat apa yang viral, bukan apa yang sebenarnya dilakukan di lapangan," kata Politisi Gerindra itu dalam keterangannya, Selasa (9/12).
Endipat mengklaim, dirinya tidak pernah berniat mengecilkan peran relawan, melainkan sebagai energi kemanusiaan bangsa yang selalu bergerak tanpa pamrih setiap kali terjadi bencana.
(lsi)